MALANG KOTA, RADAR MALANG – Program 1.000 Event yang digagas Pemkot Malang mulai menunjukkan dampak terhadap sektor pariwisata. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebut tingkat okupansi hotel saat penyelenggaraan berbagai agenda mampu menembus 80 persen, jauh di atas rata-rata okupansi harian yang berada di kisaran 40 hingga 50 persen.
Lonjakan okupansi tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kota Malang. Pemerintah Kota Malang pun optimistis strategi menghadirkan berbagai agenda sepanjang tahun mampu menggerakkan sektor pariwisata sekaligus ekonomi masyarakat.
Sport Tourism Jadi Penggerak Utama Wisata
Wahyu mengatakan, penyelenggaraan sport tourism menjadi salah satu penyumbang terbesar peningkatan kunjungan wisatawan. Menurutnya, peserta maupun pendukung kegiatan olahraga umumnya tidak hanya datang untuk mengikuti kompetisi, tetapi juga menginap di Kota Malang.
"Setiap event olahraga, tamu yang datang pasti tidak sehari saja. Jadi minimal harus menginap sehari," ujarnya.
Dengan durasi tinggal yang lebih lama, wisatawan memiliki kesempatan mengunjungi berbagai destinasi unggulan sekaligus menggerakkan sektor jasa, perhotelan, hingga kuliner.
Baca Juga: Wisata Camping di Malang Kian Diminati Generasi Muda, Ini 3 Tempat Favorit Lengkap dengan HTM
Kampung Tematik Ikut Nikmati Lonjakan Kunjungan
Selain hotel, Wahyu menyebut kampung-kampung tematik juga menjadi tujuan favorit wisatawan. Karena itu, Pemkot terus mendorong kelompok sadar wisata (Pokdarwis) meningkatkan kualitas pelayanan agar mampu memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung.
"Kampung tematik menjadi salah satu andalan destinasi wisata di Kota Malang," katanya.
Beberapa destinasi yang banyak dikunjungi di antaranya Kampung Heritage Kajoetangan dan Kampung Warna-Warni Jodipan yang selama ini menjadi ikon wisata Kota Malang.
Baca Juga: Sepekan, Candi Singosari Sedot 250 Wisatawan Asing
Kuliner hingga UMKM Rasakan Multiplier Effect
Peningkatan kunjungan wisatawan juga berdampak pada sektor ekonomi lokal. Wahyu menyebut pusat kuliner seperti Pasar Klojen dan Pasar Oro-Oro Dowo ikut menikmati meningkatnya aktivitas wisata selama penyelenggaraan berbagai event.
Menurutnya, wisatawan umumnya memanfaatkan waktu setelah mengikuti acara untuk menikmati kuliner, mengunjungi bangunan bersejarah, hingga membeli oleh-oleh khas Kota Malang.
"Setelah event mereka bisa menikmati kuliner, sejarah bangunan Kota Malang, hingga membeli oleh-oleh. Sehingga ada multiplier effect yang dirasakan dari 1.000 event itu," pungkasnya.