Hari Pertama Dipadati Ribuan Wisatawan Bromo

Biyan Mudzaky Hanindito • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:50 WIB
SUDAH DIBUKA: Kendaraan wisatawan melintasi pintu wisata Bromo dari Poncokusumo, Kabupaten Malang kemarin (21/8).
SUDAH DIBUKA: Kendaraan wisatawan melintasi pintu wisata Bromo dari Poncokusumo, Kabupaten Malang kemarin (21/8).

PONCOKUSUMO, RADAR MALANG – Wisata Bromo kembali menggeliat. Ribuan wisatawan mulai berdatangan untuk menikmati keindahan destinasi di perbatasan empat kabupaten/kota. Yakni Pasuruan, Lumajang, Malang, dan Probolinggo.

Sejak dilanda kebakaran pada 8 Agustus lalu, objek wisata di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ditutup. Praktis, tidak ada wisata yang berkunjung. Aparat fokus memadamkan api yang menghanguskan sekitar 1.121 hektare lahan.

WISATA: Mobil wisatawan memasuki kawasan TNBTS beberapa waktu lalu.
WISATA: Mobil wisatawan memasuki kawasan TNBTS beberapa waktu lalu.

Sejak dibuka lagi pada 20 Agustus lalu, ribuan wisatawan masuk. ”Hari pertama dibuka sudah ada 1.145 pengunjung yang masuk, baik wisatawan lokal maupun mancanegara,” ujar Kabag Tata Usaha Balai Besar TNBTS Bambang Suryono kemarin (21/8).

Mereka masuk dari berbagai pintu menuju Gunung Bromo. ”Baik wisatawan dari pintu Cemorolawang (Probolinggo), Wonokitri (Pasuruan), Senduro (Lumajang), dan Jemplang (Malang). Tapi, paling banyak dari Probolinggo dan Malang,” sebut Bambang.

Baca Juga: Bromo Kembali Dibuka 20 Agustus 2026 Usai Kebakaran 13 Hari

Sebelumnya, pihaknya terpaksa mengembalikan uang tiket wisatawan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut. Pengembalian uang tiket diserahkan bersamaan hari pertama dibukanya loket, yakni 20 Agustus lalu.

Dalam sehari tersebut, pihaknya mengembalikan uang untuk 1.400 tiket. Dengan nominal sekitar Rp 400 juta. Itu karena wisatawan telanjur membeli tiket, namun tidak bisa masuk lantaran destinasi ditutup selama terjadi kebakaran.

Selain pengembalian tiket, dia mengatakan, juga ada wisatawan yang me-reschedule kunjungan. Jumlahnya dua pengunjung.

Terkait penanganan pascakebakaran, Bambang mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebabnya. “Kami duga berasal dari pembakaran api unggun yang tidak sempurna dimatikan. Sekarang masih diselidiki penyebab pastinya oleh dirjen penegakkan hukum (gakkum) kehutanan dan kepolisian,” terang dia.

Baca Juga: Api Bromo Padam setelah Habiskan 343 Ribu Liter Air

Kondisi terbaru, hamparan lahan bekas kobaran api masih terlihat. Bambang mengatakan bahwa proses recovery vegetasi sedang berlangsung. “Rumput sudah muncul, tapi khusus yang rumput kecil. Dalam hitungan minggu sudah tumbuh besar. Sementara untuk tanaman seperti cemara, kami harus identifikasi lagi apakah yang terbakar itu mati atau tidak,” tandas dia.(biy/dan)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
karhutla TNBTS malang wisatawan bromo