SINGOSARI – Ditutupnya wisata Gunung Bromo selama dua pekan, 8-20 Agustus lalu, berdampak positif terhadap destinasi lain Bumi Arema. Di Candi Singosari misalnya, kunjungan wisatawan dalam dua pekan tersebut melonjak drastis.
Hal itu dikatakan oleh Pengelola Umum Operasional Candi Singosari Dika Maulana. Selama penutupan tersebut, makin banyak turis mancanegara yang datang menikmati keindahan objek wisata di Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari.
“Sebelum 8 Agustus lalu, tercatat 122 turis mancanegara. Namun pada 8 sampai 20 Agustus ada 267 wisatawan,” ujar Dika kemarin (25/8).
Angka tersebut belum termasuk wisatawan domestik. Berdasar data kunjungan Dika, ada penambahan 743 wisatawan domestik dalam kurun waktu tersebut.
”Secara keseluruhan dari Januari sampai kemarin (25/8), tercatat 796 turis mancanegara dan lokal 18.940 wisatawan domestik,” katanya.
”Artinya, khusus mancanegara benar-benar meningkat saat Bromo ditutup, lain dari itu sepi,” tambahnya.
Dika mengatakan, peningkatan angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Candi Singosari umumnya karena limpahan dari wisata Gunung Bromo. Banyak dari biro perjalanan yang mengalihkan mereka yang telanjur sudah di ikon wisata Jatim itu ke Candi Singosari dan Kota Malang.
“Dialihkan dari Bromo karena ada penutupan, lalu mereka ke Candi Singosari dan ke Kajoetangan Herritage di Malang Kota. Melihat siklus tahunannya, turis mancanegara bakal banyak sampai September nanti,” sebut dia.
Menurutnya, peningkatan kunjungan tidak seperti biasanya. Karena ramainya pengunjung biasanya terlihat pada saat musim hari libur sekolah, libur panjang atau long weekend, dan hari raya keagamaan.
Di sisi yang lain, dia menyebut ada tantangan pada Agustus ini. Yaitu banyaknya karnaval warga dan penutupan jalan, sehingga perjalanan wisatawan terhambat.
“Apalagi cuaca lagi panas-panasnya begini. Mungkin akan sepi setelah Bromo dibuka lagi,” tandas Dika.(biy/dan)
Editor : Mahmudan