4 Kuliner Legendaris di Kota Malang yang Masih Eksis hingga Sekarang

Nasya Rizkita Salsabila Putri • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 19:50 WIB
LEGENDARIS: Warung Sate Gebug yang sudah jadi legenda kuliner di Malang sejak awal abad ke-20.
LEGENDARIS: Warung Sate Gebug yang sudah jadi legenda kuliner di Malang sejak awal abad ke-20.

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Di tengah banyaknya tempat makan baru yang bermunculan di Kota Malang, sejumlah kuliner lama masih mampu mempertahankan peminatnya. Usianya bahkan sudah puluhan hingga lebih dari seratus tahun, tetapi hingga kini masih menjadi pilihan warga maupun wisatawan yang ingin mencicipi makanan yang sudah dikenal sejak lama.

Sejumlah di antaranya telah bertahan selama beberapa generasi dan tetap mempertahankan ciri khasnya. Keberadaan tempat-tempat makan tersebut menjadi bagian dari perjalanan kuliner Kota Malang yang masih menarik perhatian hingga sekarang. Berikut empat kuliner legendaris di Kota Malang yang masih eksis.

1. Warung Sate Gebug 1920

Warung Sate Gebug 1920 menjadi salah satu kuliner lawas yang masih bertahan di Kota Malang. Berlokasi di Jalan Jenderal Basuki Rahmat, kawasan Kayutangan, warung ini sudah ada sejak 1920 dan kini diteruskan oleh generasi ketiga.

Sesuai namanya, daging sapi untuk sate terlebih dahulu digebuk atau dipukul-pukul hingga empuk, kemudian dibakar di atas arang. Sate disajikan dengan bumbu rempah dan sambal kecap. Selain sate, tersedia pula soto, rawon, dan sop.

Baca Juga: Kuliner Legendaris Malang yang cocok Dinikmati Saat Malam Hari

2. Toko Oen

Toko Oen menjadi salah satu kuliner legendaris yang masih bertahan di Kota Malang. Berlokasi di Jalan Jenderal Basuki Rahmat No. 5, tempat ini sudah dikenal sejak 1930. Bangunannya juga masih mempertahankan arsitektur bergaya klasik hingga sekarang.

Toko Oen dikenal dengan berbagai menu seperti es krim, steak, roti, kue, hingga makanan khas Indonesia. Suasana dengan meja, kursi, dan ornamen lawas juga masih dipertahankan.

Hingga kini, Toko Oen masih menjadi salah satu tujuan wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara yang ingin menikmati kuliner sekaligus suasana tempo dulu.

3. Soto Ayam Lombok

Soto Ayam Lombok menjadi salah satu kuliner legendaris yang masih bertahan di Kota Malang. Berdiri sejak 1955, tempat ini berada di Jalan Lombok No. 1, Kasin, Kecamatan Klojen, dan kini diteruskan oleh generasi ketiga.

Soto yang disajikan berisi nasi, ayam, kubis, tauge, kentang, dan telur, kemudian dilengkapi taburan koya. Nama “Lombok” sendiri diambil dari lokasi awal warung di Jalan Lombok, bukan dari Pulau Lombok. Selama puluhan tahun, Soto Ayam Lombok tetap dikenal oleh masyarakat Malang maupun wisatawan.

NOSTALGIA: Toko Oen yang sudah hadir sejak era 1930-an dan hingga kini tetap menjadi ikon kuliner kota.
NOSTALGIA: Toko Oen yang sudah hadir sejak era 1930-an dan hingga kini tetap menjadi ikon kuliner kota.

4. Rawon Rampal

Rawon Rampal menjadi salah satu kuliner legendaris di Kota Malang yang sudah berdiri sejak 1957. Berlokasi di Jalan Panglima Sudirman No. 71A, warung ini didirikan oleh Mbah Syariah dan kini dikelola oleh generasi ketiga.

Baca Juga: Baru Turun dari Kereta di Malang? 5 Kuliner Legendaris Dekat Stasiun Ini Wajib Disinggahi

Menu utamanya adalah rawon dengan kuah hitam khas kluwek, potongan daging sapi, tauge, dan sambal. Selain rawon, tersedia pula soto daging, nasi campur, dan nasi pecel. Hingga kini, Rawon Rampal masih ramai dikunjungi.

Meski banyak tempat makan baru terus bermunculan, kuliner lama di Kota Malang masih punya peminatnya sendiri. Selain menawarkan menu yang sudah dikenal sejak dulu, tempat-tempat tersebut juga menjadi pilihan bagi warga maupun wisatawan yang ingin menikmati kuliner khas Malang.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Dikutip dari berbagai sumber
kuliner legendaris malang kuliner malang wisata kuliner