Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kuliner Legendaris Malang yang cocok Dinikmati Saat Malam Hari

N
Penulis: Najwa Nokia❯
Ilustrasi minuman angsle. (ist)
Ilustrasi minuman angsle. (ist)

Advertisement

MALANG, RADAR MALANG – Menikmati semangkuk angsle hangat menjadi pilihan banyak warga saat malam hari, terutama ketika udara Kota Malang terasa dingin. Salah satu yang cukup legendaris adalah Angsle Pak Mat Mawar yang telah lama menjadi favorit masyarakat maupun wisatawan.

Berlokasi di kawasan Jalan Mawar, Kecamatan Klojen, Kota Malang, warung angsle ini dikenal dengan cita rasa kuah santan jahe yang gurih dan hangat. Dalam satu mangkuk, pengunjung dapat menikmati isian berupa roti tawar, ketan putih, kacang hijau, mutiara, petulo, irisan roti, serta kuah santan yang disajikan hangat.

Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, yakni mulai Rp 8 ribu hingga Rp 20 ribu per porsi, sehingga cocok dinikmati berbagai kalangan. Tak heran jika warung ini hampir selalu ramai, terutama setelah waktu magrib hingga larut malam.

Dengan cita rasa yang tetap dipertahankan selama bertahun-tahun, Angsle Pak Mat Mawar menjadi salah satu destinasi kuliner malam yang wajib dicoba saat berkunjung ke Kota Malang. Perpaduan kuah hangat, isian yang lengkap, serta suasana sederhana menjadikan kuliner legendaris ini tetap eksis dan digemari lintas generasi.

Advertisement

Artikel Terkait

Snackpacking di Malang, Ini Jajanan Pasar yang Layak Diburu Gen Z

Snackpacking di Malang, Ini Jajanan Pasar yang Layak Diburu Gen Z

Snackpacking lagi ramai di kalangan Gen Z. Intip jajanan pasar Malang di Pasar Klojen dan Oro-Oro Dowo yang layak diburu.

Mirip Ayam, Padahal Jamur: Menu “Daging” Nabati di Malang yang Bikin Penasaran

Mirip Ayam, Padahal Jamur: Menu “Daging” Nabati di Malang yang Bikin Penasaran

Mirip ayam tapi dari jamur. Intip menu “daging” nabati di Waroeng SA, Meta Vegetarian, hingga Depot Asri di Malang.

Menghindari Makanan dengan Cita Rasa Pedas

Menghindari Makanan dengan Cita Rasa Pedas

Franklin Douglas kesulitan dengan makanan pedas di Indonesia. Pemain Unggul FC Malang itu memilih masak sendiri dan hindari sambal.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer