Snackpacking di Malang, Ini Jajanan Pasar yang Layak Diburu Gen Z

RADAR MALANG – Berburu jajanan lokal atau snackpacking kini ramai digemari Gen Z. Bagi warga dan pendatang di Malang, tren ini bisa jadi alasan untuk kembali melirik jajanan pasar di pasar tradisional.
Snackpacking dilakukan dengan mengunjungi warung kelontong, mencari jajanan khas daerah, hingga mencicipi makanan tradisional yang sulit ditemukan di tempat lain. Pengalaman itu lalu dibagikan lewat media sosial, sehingga makin banyak orang ikut mencoba.
Dosen Komunikasi Digital IPB University, Hudi Santoso, menjelaskan bahwa tren ini muncul dari pertemuan budaya mobilitas anak muda dengan algoritma platform berbasis visual. Menurutnya, warna makanan yang mencolok, proses pembuatan yang unik, dan suasana pasar tradisional menarik untuk dijadikan konten, apalagi harganya relatif murah.
Baca Juga: Cari Jajanan Legendaris di Klojen? Surabi Imut Punya 48 Varian Topping dengan Harga Mulai Rp2.500
Malang punya modal untuk ikut tren ini. Sebuah kajian dalam Seminar Nasional Kepariwisataan 2024 menyebut jajanan tradisional berpotensi mengembangkan wisata kuliner Kota Malang.
Salah satu titik yang bisa dijajal adalah Pasar Klojen. Beritajatim menyebut pasar ini sebagai pusat kuliner bagi masyarakat Malang, yang menjual makanan tradisional sekaligus makanan viral yang digemari anak muda. Di depan pasar, ada gerai serabi yang masih memakai alat tradisional dengan harga mulai Rp2.500.
Pilihan lain adalah Pasar Oro-Oro Dowo. Pasar ini merupakan pasar tradisional sekaligus surga jajanan enak dengan harga terjangkau. JatimTimes pada 2023 juga mencatat lumpur kentang Wolak Walik berlokasi di pasar tersebut.
Meski begitu, jajanan tradisional punya tantangan. Kajian Universitas Merdeka Malang pada 2020 menyebut jajanan asing, terutama dari Korea, makin banyak dijual di Malang, sehingga jajanan tradisional perlu terus dilestarikan. Tren snackpacking bisa menjadi cara baru agar anak muda tetap mengenal jajanan pasar.
Agar mudah ditemukan, pelaku usaha disarankan mendaftarkan lokasi dengan akurat di Google Maps, memakai tag lokasi di Instagram dan TikTok, serta transparan soal harga dan jam operasional.
Dengan langkah sederhana itu, jajanan pasar di Malang berpeluang menjangkau pembeli baru. Tinggal bagaimana pedagang dan anak muda saling bertemu di tengah tren yang sedang naik daun ini.


