Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Snackpacking di Malang, Ini Jajanan Pasar yang Layak Diburu Gen Z

A
Penulis: Aqila Sahira Dewi❯
RAMAI: suasana pembeli di Pasar Klojen (dok Radar Malang)
RAMAI: suasana pembeli di Pasar Klojen (dok Radar Malang)

Advertisement

RADAR MALANG – Berburu jajanan lokal atau snackpacking kini ramai digemari Gen Z. Bagi warga dan pendatang di Malang, tren ini bisa jadi alasan untuk kembali melirik jajanan pasar di pasar tradisional.

Snackpacking dilakukan dengan mengunjungi warung kelontong, mencari jajanan khas daerah, hingga mencicipi makanan tradisional yang sulit ditemukan di tempat lain. Pengalaman itu lalu dibagikan lewat media sosial, sehingga makin banyak orang ikut mencoba.

Dosen Komunikasi Digital IPB University, Hudi Santoso, menjelaskan bahwa tren ini muncul dari pertemuan budaya mobilitas anak muda dengan algoritma platform berbasis visual. Menurutnya, warna makanan yang mencolok, proses pembuatan yang unik, dan suasana pasar tradisional menarik untuk dijadikan konten, apalagi harganya relatif murah.

Malang punya modal untuk ikut tren ini. Sebuah kajian dalam Seminar Nasional Kepariwisataan 2024 menyebut jajanan tradisional berpotensi mengembangkan wisata kuliner Kota Malang.

Salah satu titik yang bisa dijajal adalah Pasar Klojen. Beritajatim menyebut pasar ini sebagai pusat kuliner bagi masyarakat Malang, yang menjual makanan tradisional sekaligus makanan viral yang digemari anak muda. Di depan pasar, ada gerai serabi yang masih memakai alat tradisional dengan harga mulai Rp2.500.

Advertisement

Pilihan lain adalah Pasar Oro-Oro Dowo. Pasar ini merupakan pasar tradisional sekaligus surga jajanan enak dengan harga terjangkau. JatimTimes pada 2023 juga mencatat lumpur kentang Wolak Walik berlokasi di pasar tersebut.

Meski begitu, jajanan tradisional punya tantangan. Kajian Universitas Merdeka Malang pada 2020 menyebut jajanan asing, terutama dari Korea, makin banyak dijual di Malang, sehingga jajanan tradisional perlu terus dilestarikan. Tren snackpacking bisa menjadi cara baru agar anak muda tetap mengenal jajanan pasar.

Agar mudah ditemukan, pelaku usaha disarankan mendaftarkan lokasi dengan akurat di Google Maps, memakai tag lokasi di Instagram dan TikTok, serta transparan soal harga dan jam operasional.

Dengan langkah sederhana itu, jajanan pasar di Malang berpeluang menjangkau pembeli baru. Tinggal bagaimana pedagang dan anak muda saling bertemu di tengah tren yang sedang naik daun ini.

Advertisement
Editor : Aditya N. Rian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber

Artikel Terkait

Mahasiswa Masuk Pasar Tradisional, Kementerian Perdagangan Sebut Pasar Klojen Percontohan

Mahasiswa Masuk Pasar Tradisional, Kementerian Perdagangan Sebut Pasar Klojen Percontohan

Keberadaan mahasiswa yang berwirausaha di Pasar Klojen, Kota Malang, menarik perhatian Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Masuk Pasar Klojen Malang, Gubernur Jatim Khofifah Soroti Kosongnya Stok Minyakita 

Masuk Pasar Klojen Malang, Gubernur Jatim Khofifah Soroti Kosongnya Stok Minyakita 

Ketersediaan sembako di Pasar Klojen mendapat sorotan khusus dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Dari hasil peninjauan kemarin (29/4), dia mendapatkan fakta bahwa pasar itu sudah cukup lama tidak menerima distr

Pasar Kebalen Bakal Tiru Pasar Klojen, Pemkot Malang Siapkan Sentra Kuliner di Sana

Pasar Kebalen Bakal Tiru Pasar Klojen, Pemkot Malang Siapkan Sentra Kuliner di Sana

Sukses di Pasar Oro-Oro Dowo dan Pasar Klojen, Pemkot Malang bakal mendirikan sentra kuliner di Pasar Kebalen.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer