MALANG - Selain dikenal dengan udara sejuk dan wisata alamnya, Kabupaten Malang juga menyimpan jejak sejarah melalui candi - candi peninggalan kerajaan masa lalu. Bangunan bersejarah ini bukan hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga menjadi pengingat akan kejayaan peradaban Nusantara.
Tiga candi yang masih terawat hingga kini, yakni Candi Kidal, Candi Singosari, dan Candi Jago menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Kerajaan Singhasari dan Majapahit. Masing-masing candi menyuguhkan arsitektur khas dengan ukiran dan relief yang menyimpan nilai budaya sekaligus spiritualitas tinggi.
- Candi Kidal
Candi Kidal terletak di Jalan Raya Panggung, Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Situs ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 - 17.00 WIB. Lokasinya mudah dijangkau baik dengan motor maupun mobil, meski area parkir dalam hanya diperuntukkan untuk kendaraan roda dua.
Candi yang berdiri di tengah suasana asri ini terkenal dengan relief Garudeya, salah satu relief penting yang melambangkan kisah mitologi Garuda dan kini diabadikan sebagai lambang negara Indonesia. Arsitekturnya menampilkan perpaduan gaya Hindu-Buddha yang khas, dengan ukiran detail yang masih dapat dinikmati hingga sekarang. Selain itu, pengunjung juga bisa menemukan fasilitas sederhana seperti toilet dan area duduk.
- Candi Singosari
Candi Singosari berada di Jalan Kertanegara, Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Jam operasionalnya adalah 07.30 - 16.00 WIB. Menariknya, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk alias gratis, hanya perlu mengisi buku tamu sebelum memasuki area candi. Lokasinya strategis karena berada tepat di pinggir jalan raya sehingga sangat mudah ditemukan.
Candi yang diperkirakan dibangun pada abad ke-13 ini didedikasikan untuk menghormati Raja Kertanegara, raja terakhir Kerajaan Singhasari. Struktur bangunannya mencerminkan arsitektur Hindu-Buddha, dengan bagian atap yang kini telah runtuh. Area candi dihiasi relief dan arca, termasuk arca Dwarapala raksasa yang terkenal. Meski sebagian arca sudah tidak utuh, kebersihan dan tata kelola area membuat situs ini tetap terjaga. Fasilitas yang tersedia meliputi toilet bersih dan mushola kecil di dekat area candi.
- Candi Jago
Berada di Jalan Wisnuwardhana, Desa Ronggowuni, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Candi Jago beroperasi setiap hari pukul 07.30 - 16.00 WIB. Area candi cukup luas dan tertata rapi, meski akses parkir terbatas sehingga pengunjung biasanya memarkir kendaraan di pinggir jalan sekitar pemukiman warga.
Relief yang menghiasi Candi Jago masih terlihat jelas hingga kini, memperlihatkan detail kisah-kisah kehidupan pada masa lalu. Konon, pada zamannya, candi ini berfungsi sebagai tempat peribadatan, dan kini menjadi objek wisata budaya yang banyak diminati. Lokasinya juga strategis karena berada di jalur wisata menuju Gunung Bromo. Pengunjung diimbau untuk tidak naik ke bagian candi demi menjaga kelestarian bangunan bersejarah ini.
Mengunjungi candi-candi bersejarah di Malang bukan hanya memberikan pengalaman wisata, tetapi juga perjalanan untuk menyelami jejak peradaban Jawa kuno. Setiap candi memiliki kisah unik, mulai dari relief Garudeya di Candi Kidal, arsitektur megah Candi Singosari, hingga relief detail di Candi Jago yang merepresentasikan kejayaan kerajaan masa lalu.
Bagi wisatawan yang ingin merasakan atmosfer berbeda, candi - candi di Malang ini dapat menjadi pilihan destinasi. Selain menyajikan keindahan arsitektur, ketiga candi ini juga menghadirkan ketenangan yang sulit ditemukan di pusat kota. Malang kembali membuktikan dirinya bukan hanya kota wisata alam, tetapi juga kota sejarah dengan warisan budaya yang masih terjaga hingga kini. (fr)
Editor : A. Nugroho