Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jalan Desa Waturejo Kecamatan Ngantang Ambles

M
Penulis: Mahmudan❯
TUTUP SEPARO: Ruas jalan yang ambles di Desa Waturejo, Kecamatan Ngantang dipasangi garis pembatas agar tidak dilintasi kendaraan kemarin.
TUTUP SEPARO: Ruas jalan yang ambles di Desa Waturejo, Kecamatan Ngantang dipasangi garis pembatas agar tidak dilintasi kendaraan kemarin.

NGANTANG – Jalur utama Malang-Kediri kembali diterjang bencana. Setelah dilanda longsor beberapa waktu lalu, kemarin (28/1) terjadi longsor lagi. Tembok penahan tebing di Desa Waturejo, Kecamatan Ngantang ambrol, sehingga akses ditutup separo. Selain itu, ruas jalan juga ambles.


Advertisement

Sebelum ambles yang diketahui sekitar pukul 04.30 dini hari, beberapa jam sebelumnya kawasan tersebut diguyur hujan deras. Informasi yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, hujan berlangsung sejak pukul 00.30.

Akibat longsor tersebut, akses dibatasi hanya untuk kendaraan roda dua. Hal itu karena separo ruas jalan retak, sehingga mengancam keselamatan pengendara. Belum lagi ancaman longsor susulan, sehingga jalan ditutup separo.

“Apalagi kalau hujan deras turun lagi. Oleh karena itu, sebaiknya masyarakat menghindari jalan ini dulu,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan kemarin.

Advertisement

Saat ini skema buka tutup jalan masih diberlakukan. BPBD berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Jawa Timur untuk perbaikan jalan. Sebab wilayah terdampak longsor merupakan kewenangan Pemprov yang mengelola Jalan Provinsi.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang Purwoto memprediksikan cuaca buruk terus terjadi hingga 30 Januari depan. Untuk itu, masyarakat diimbau tetap waspada dan selalu berhati-hati saat bepergian.

Sebab ancaman bencana tak hanya tanah longsor, baru-baru ini juga terjadi angin kencang hingga gempa. “Biasanya mulai sore hari sudah hujan deras. Jadi sebaiknya masyarakat di rumah saja saat itu,” ujar Purwoto.

Advertisement

Pihaknya sudah menetapkan status tanggap darurat waspada bencana hidrometeorologi sejak 1 November 2025 lalu. Status tersebut diprediksi akan berakhir pada 1 Maret 2026 mendatang.

Dengan fokus bencana yang diwaspadai adalah banjir, longsor, dan angin kencang serta pohon tumbang. Selama masa tanggap darurat, pihaknya mendirikan enam posko siaga bencana. (aff/dan)

Advertisement
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

Relokasi Tahap II Pasar Gadang Selesai 15 September

Relokasi Tahap II Pasar Gadang Selesai 15 September

Sebanyak 116 lapak di Pasar Induk Gadang (PIG) dibongkar mulai Kamis lalu (27/8). Itu merupakan relokasi tahap kedua. Diperkirakan, proses pembongkaran bakal selesai pada 15 September mendatang. 

Tiga Bulan, 43 Ribu Pelajar di Kota Malang Jadi Sasaran Imunisasi

Tiga Bulan, 43 Ribu Pelajar di Kota Malang Jadi Sasaran Imunisasi

Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) kembali digelar secara serentak mulai Agustus sampai November mendatang. Tahun ini, ada lebih dari 43 ribu pelajar di Kota Malang yang menjadi sasaran imunisasi.

Kekeringan, Dua Kecamatan di Malang Ini Dapat Bantuan Air Bersih

Kekeringan, Dua Kecamatan di Malang Ini Dapat Bantuan Air Bersih

Distribusi air bersih ke kecamatan-kecamatan yang terdampak kekeringan kembali dilakukan. Jumat lalu (14/8), Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) dan Kecamatan Gedangan yang mendapat giliran distribusi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer