Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Antrean Beli Biosolar di SPBU Bikin Macet

N
Penulis: Nabila Amelia❯
DIBATASI: Antrean di SPBU Pertamina Araya 54.651.04 mengakibatkan kemacetan di Jalan Raden Panji Suroso kemarin.
DIBATASI: Antrean di SPBU Pertamina Araya 54.651.04 mengakibatkan kemacetan di Jalan Raden Panji Suroso kemarin.

Advertisement

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Kemacetan berlangsung dari pagi hingga menjelang sore di beberapa ruas jalan di Kecamatan Blimbing, kemarin (25/6). Penyebabnya karena kendaraan kendaraan muatan besar sedang mengantre untuk membeli biosolar di sejumlah SPBU.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang, kemacetan terjadi salah satunya di ruas Jalan Raden Panji Suroso sampai Jalan Raden Intan. Baik yang mengarah ke Terminal Arjosari maupun sebaliknya. Banyak kendaraan yang mengantre di SPBU Pertamina Araya 54.651.04.

Advertisement

Salah satu yang mengantre yakni Roni Ahmad, sopir bus dari PO Neo Berlian. Menurut Roni, dia sudah mengantre selama satu jam untuk membeli solar. ”Sebelum antre di SPBU Pertamina Araya, saya sudah coba ke SPBU di kawasan Karanglo dan Plaosan. Namun menurut informasi, solarnya habis,” kata dia.

Karena habis, dia mencoba ke SPBU Pertamina Araya. Di SPBU Pertamina Araya, ternyata ada keterlambatan pengiriman solar. ”Tapi tidak tahu lagi benar atau tidak,” tegas Roni. Selain keterlambatan pengiriman, dia juga dijatah mengisi sebanyak Rp 200 ribu.

Padahal, biasanya untuk satu kali perjalanan dari Trenggalek, dia harus mengisi penuh solar senilai Rp 1,3 juta. Dengan nominal tersebut, bus mampu menempuh jarak 175 sampai 200 kilometer.

Karena harus berpindah pindah SPBU dan mengantre, Roni jadi terlambat sampai ke Trenggalek. Padahal biasanya waktu parkir sekitar pukul 06.30. ”Ini terpaksa harus parkir pada jam sore,” imbuh lelaki asal Jember tersebut.

Roni hanya bisa pasrah. Sebab kalau beralih ke Dexlite dia juga terkendala harga yang mahal. Untuk satu liter Dexlite sekarang di harga Rp 23 ribu. Selain rugi waktu, Roni jadi kehilangan penumpang.

Padahal, okupansi bus jika hari-hari biasa tidak sampai 30 orang. Kemacetan juga dirasakan sopir truk pakan ternak yang bernama Agus. ”Saya sudah mengantre sekitar 15 menit,” ungkapnya. Beruntung dia sedang tidak membawa muatan.

Area Manager Commu nication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi saat dikonfirmasi belum bisa memberikan penjelasan lebih lanjut terkait kabar keterlambatan pengiriman. ”Kami coba cek ke tim lapangan,” tegasnya. (mel/by)

Advertisement
Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

Pasokan Pertalite di SPBU Pakisaji Malang Mulai Normal, Antrean Kendaraan Perlahan Berkurang

Pasokan Pertalite di SPBU Pakisaji Malang Mulai Normal, Antrean Kendaraan Perlahan Berkurang

Pasokan Pertalite di SPBU Pakisaji 02 kembali normal setelah pengiriman sebanyak 24.000 liter tiba pada Minggu (18/10) sore. Pada Senin (19/10), stok BBM di SPBU tersebut terpantau aman dan antrean kendaraan lancar

Harga BBM 19 Oktober 2026 Stabil, Pertalite Rp10.000 dan Pertamax Rp15.950 per Liter

Harga BBM 19 Oktober 2026 Stabil, Pertalite Rp10.000 dan Pertamax Rp15.950 per Liter

Harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) terpantau stabil pada Senin (19/10/2026).

Antrean Pertalite di SPBU Makin Panjang

Antrean Pertalite di SPBU Makin Panjang

Antrean kendaraan untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, mengular hingga ke jalan, Jumat (9/10). Kondisi itu

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer