Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tekan Angka Stunting lewat Sembilan Kebun Benih Desa

R
TEROBOSAN: Petugas DTPHP Kabupaten Malang bertemu warga saat meninjau Kebun Benih Desa (KBD) untuk pencegahan stunting di salah satu desa.
TEROBOSAN: Petugas DTPHP Kabupaten Malang bertemu warga saat meninjau Kebun Benih Desa (KBD) untuk pencegahan stunting di salah satu desa.

Advertisement

KEPANJEN, RADAR MALANG – Ada cara baru dalam menekan angka stunting (pertumbuhan terhambat) di Kabupaten Malang. Yakni membangun sembilan Kebun Benih Desa (KBD) di kantong-kantong stunting. Leading sektornya adalah Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang.

Proyek tersebut dirancang melalui program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B). Sasarannya adalah Kelompok Wanita Tani (KWT).

BERBENTUK GREEN HOUSE: Warga menyiapkan pembibitan di Kebun Benih Desa (KBD) beberapa waktu.
BERBENTUK GREEN HOUSE: Warga menyiapkan pembibitan di Kebun Benih Desa (KBD) beberapa waktu.

Advertisement

Masing-masing dijatah Rp 20 juta. ”KBD tidak hanya digunakan untuk pembibitan,” ujar Kepala Bidang Hortikul tura DTPHP Kabupaten Malang Heri Suntoro kemarin.

Dia lantas merinci lokasi kesembilan KBD tersebut. Yakni Desa Pagedangan di Kecamatan Turen, Desa Tempursari di Kecamatan Donomulyo, Desa Ganjaran di Kecamatan Gondanglegi, dan Desa Pulungdowo di Kecamatan Tumpang.

Kemudian Desa Ngadirejo di Kecamatan Jabung, Desa Tajinan di Kecamatan Tajinan, Desa Sukoanyar di Kecamatan Wajak, Desa Sambigede di Kecamatan Sumberpucung, serta Desa Balesari di Kecamatan Ngajum.

Heri mengatakan, KBD yang dibangun tersebut merupakan bangunan sederhana untuk kegiatan pembibitan dan bercocok tanam. Ukurannya minimal sekitar 20 meter persegi dan dapat berbentuk screen house.

“Selain pembibitan, keberadaan screen house juga ditujukan untuk mengurangi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) serta melindungi tanaman dari pengaruh cuaca. Dengan begitu, proses pembibitan dapat dilakukan lebih terkontrol,” kata dia.

Terpisah, Kepala Seksi Produksi Hortikultura DT PHP Kabupaten Malang Ina Khoirun Nisa menambahkan, kelompok penerima tidak hanya mendapatkan fasilitas bangunan KBD. Anggaran juga digunakan untuk kebutuhan produk si seperti benih, tray, media tanam, polybag, pupuk, hingga sarana pengairan.

Kelompok penerima juga diarahkan memiliki demplot untuk mendukung kegiatan budidaya. Setiap kelompok minimal beranggota 20 orang dengan ketentuan sekitar 25 polybag per anggota atau sedikitnya 500 polybag dalam satu kelompok.

Program tersebut diharapkan mendorong kelompok penerima memproduksi bibit sekaligus menyediakan sumber pangan bergizi dari pekarangan. Pemilihan lokasi di wilayah dengan persoalan stunting menjadi bagian dari upaya DTPHP mendukung pemenuhan pangan bergizi bagi masyarakat. (ram/dan)

Advertisement
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

Lansia Tewas saat Berusaha Kendalikan Api yang Menyambar Kebun Tebu di Pakisaji

Lansia Tewas saat Berusaha Kendalikan Api yang Menyambar Kebun Tebu di Pakisaji

Kebakaran kebun tebu seluas lima hektare di Kendalpayak, Pakisaji, Kabupaten Malang, menewaskan lansia berusia 63 tahun yang diduga terjebak saat api membesar.

Viral! Kebun Sirkular SD di Solo Ubah Hasil Panen Jadi Makanan Bergizi untuk Siswa

Viral! Kebun Sirkular SD di Solo Ubah Hasil Panen Jadi Makanan Bergizi untuk Siswa

Program kebun sirkular SD Kanisius Pucangsawit Solo menjadi sorotan karena hasil panennya diolah menjadi makanan bergizi bagi siswa

Dari Nyaris Pensiun hingga Jadi Pahlawan Argentina, Lisandro Martínez Menjadi Pemecah Kebuntuan di Piala Dunia 2026

Dari Nyaris Pensiun hingga Jadi Pahlawan Argentina, Lisandro Martínez Menjadi Pemecah Kebuntuan di Piala Dunia 2026

Lisandro Martínez membungkam semua keraguan usai cedera ACL. Bek Argentina itu mencetak gol kemenangan atas Tanjung Verde di Piala Dunia 2026 setelah sempat mengaku hampir pensiun dari sepak bola.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer