Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Daftar Empat Kecamatan di Kabupaten Malang yang Diterjang Longsor

R

TANAH LONGSOR: Petugas BPBD membersihkan reruntuhan tanah yang longsor akibat hujan di Desa Tamanasri, Kecamatan Ampelgading, Senin (2/10)


Advertisement

TANAH LONGSOR: Petugas BPBD membersihkan reruntuhan tanah yang longsor akibat hujan di Desa Tamanasri, Kecamatan Ampelgading, Senin (2/10)

 

KEPANJEN - Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur Bumi Kanjuruhan mengakibatkan longsor, kemarin (2/11). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mengungkap empat kecamatan dilanda longsor. Meliputi Kecamatan Bantur, Tirtoyudo, Dampit, dan Ampelgading. 

Advertisement

Dampak terparah terjadi di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Ampelgading. Material longsor menutup akses jalan provinsi, sehingga mengganggu mobilitas warga. Kendaraan roda dua maupun roda empat yang menuju Malang atau sebaliknya, terpaksa dialihkan melalui jalur Desa Purworejo menuju Desa Sidorenggo.

Selain Ampelgading, katanya, longsor juga melanda Desa Polaman, Kecamatan Dampit. Material tanah menutup jalur penghubung Kecamatan Dampit dengan Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe). Sementara itu, area longsor di Desa Watusuko, Kecamatan Dampit sudah bisa dilintasi kendaraan.

Di Tirtoyudo, longsor terjadi di Desa Purwodadi. Material tanah menimpa bagian tebing yang berada di sekitar rumah warga. Sedangkan di Bantur, longsor di Desa Sumberbening terjadi di pinggir jalan hingga berdampak pada tiang listrik. Kejadian tersebut telah dilaporkan ke perusahaan listrik negara (PLN) dan masih dalam proses penanganan.

Advertisement

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi menjadi pemicu longsor di beberapa wilayah tersebut. Laporan kejadian mulai diterima BPBD pada kemarin sekitar pukul 08.00.

"Untuk sementara, ada beberapa titik longsor yang berdampak pada akses jalan. Salah satunya di Desa Tirtomoyo, Ampelgading, yang menutup jalur provinsi," kata Sadono.

Pejabat eselon III B Pemkab Malang itu menambahkan, pihaknya telah menerjunkan sejumlah tim untuk melakukan penanganan dan pemantauan di lokasi terdampak. Tim juga berkoordinasi dengan unsur terkait, termasuk Bina Marga Provinsi Jatim dan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU).

Dia melanjutkan, penanganan longsor membutuhkan dukungan alat berat untuk mempercepat pembersihan material. Hingga laporan sementara BPBD pukul 12.15 kemarin, tidak ada korban jiwa dalam rangkaian kejadian tersebut. Sementara nilai kerugian masih dalam proses pendataan.(ram/dan)

Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer