Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ma Chung Kukuhkan Dua Guru Besar Baru, Soroti Isu Kepemimpinan dan Ekonomi Digital

A

 

BERDEDIKASI: Universitas Ma Chung mengukuhkan dua guru besar baru dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis bertepatan dengan perayaan Dies Natalis ke-18.
BERDEDIKASI: Universitas Ma Chung mengukuhkan dua guru besar baru dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis bertepatan dengan perayaan Dies Natalis ke-18.


Advertisement

MALANG – Universitas Ma Chung mengukuhkan dua guru besar baru dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis bertepatan dengan perayaan Dies Natalis ke-18, Senin (7/7/2025).

DIKUKUHKAN: Prof Dr Pieter Sahertian MSi dan Prof Dr Anna Triwijayati MSi yang resmi menjadi guru besar.
DIKUKUHKAN: Prof Dr Pieter Sahertian MSi dan Prof Dr Anna Triwijayati MSi yang resmi menjadi guru besar.

Kedua guru besar tersebut adalah Prof Dr Pieter Sahertian MSi dan Prof Dr Anna Triwijayati MSi.

Advertisement

Pengukuhan berlangsung di Balai Pertiwi, Kampus Ma Chung, disaksikan oleh jajaran pimpinan kampus, mitra industri, mahasiswa, dan tokoh pendidikan nasional, termasuk Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Prof Dr Dyah Sawitri MM.

Prof Pieter menyampaikan orasi ilmiah bertema Kepemimpinan Berbasis Nilai-Nilai Budaya dan Etika Digital.

Ia menekankan pentingnya pemimpin yang berpijak pada nilai-nilai budaya dalam menghadapi kompleksitas era digital yang penuh tantangan.

Advertisement

Menurutnya, perkembangan teknologi tak boleh menggerus akar etika dalam pengambilan keputusan, terutama ketika algoritma dan sistem otomatis semakin mendominasi.

“Teknologi boleh canggih, tapi tanpa fondasi nilai, pemimpin bisa kehilangan arah,” tegasnya.

Sementara itu, Prof Anna mengulas fenomena prosumsi dalam ekonomi digital. Dalam orasi bertajuk Prosumption di Era Kapitalis Digital: Monetisasi atau Kreativitas? Dia menyoroti pergeseran peran masyarakat dari konsumen menjadi sekaligus produsen digital.

Prof Anna mempertanyakan apakah pergeseran ini murni mendorong kreativitas atau justru menjadi bentuk eksploitasi tanpa perlindungan memadai bagi para kreator digital.

Menurutnya, regulasi dan pendekatan etik menjadi kebutuhan mendesak di tengah pertumbuhan industri digital berbasis platform.

Rektor Universitas Ma Chung, Prof Dr Stefanus Yufra M Taneo MS MSc, menyatakan pengukuhan dua guru besar ini menjadi simbol kematangan institusi dan keseriusan kampus dalam penguatan kapasitas akademik. Ia juga melaporkan capaian kampus selama setahun terakhir, di antaranya 125 publikasi ilmiah, peningkatan kerja sama internasional, dan 258 pemberitaan media online yang memuat aktivitas kampus.

Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Prof Dr Dyah Sawitri MM, mengingatkan bahwa gelar profesor bukan sekadar prestasi akademik, tetapi tanggung jawab untuk memberi dampak langsung ke masyarakat. “Guru besar harus menjadi motor perubahan, bukan sekadar simbol akademik,” ucapnya.

Ketua Yayasan Harapan Bangsa Sejahtera, Tee Teguh Kinarto, berharap pengukuhan ini menjadi pijakan kuat bagi Ma Chung untuk menapaki visinya menjadi kampus unggulan dan mandiri pada tahun 2027.(Rama)

Advertisement
Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

Pemkot Malang Dorong Kampus Perbanyak Beasiswa untuk Warga Kurang Mampu

Pemkot Malang Dorong Kampus Perbanyak Beasiswa untuk Warga Kurang Mampu

Pemkot Malang mendorong kampus negeri dan swasta memperbanyak beasiswa bagi warga. Saat ini 2.665 mahasiswa di 44 kampus terdaftar KIP-K.

Dari Deteksi Anemia hingga Kedaulatan Energi, Gebrakan 4 Guru Besar Baru UMM Hadirkan Manfaat untuk Masyarakat

Dari Deteksi Anemia hingga Kedaulatan Energi, Gebrakan 4 Guru Besar Baru UMM Hadirkan Manfaat untuk Masyarakat

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi mengukuhkan empat Guru Besar baru di Aula GKB 4 Lantai 9 Kampus III UMM, Kamis ini (11/6). Keempatnya adalah Prof Dr Ir Sulianto, M.T, Prof Dr Ir Lailis Syafa'ah, M.T, Prof

CHIFEST 2026: PERAYAAN BERSATUNYA DUA BUDAYA

CHIFEST 2026: PERAYAAN BERSATUNYA DUA BUDAYA

“Chifest bukan sekedar festival budaya, tapi merupakan ruang untuk mengenal sejarah, merayakan keberagaman, menemukan nilai-nilai yang menyatukan kita, sambil mengingat bahwa keberagaman itulah yang membentuk narasi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer