RADAR MALANG - Program baru pemerintah Provinsi Jawa Timur yang mengadakan "Bus Trans Jatim" sebagai transportasi baru warga Kota Malang dan Batu memang bertujuan untuk memudahkan mobilitas masyarakat sehari-hari. Namun, terdapat anggapan bahwa Bus TransJatim kurang efektif digunakan oleh para pekerja ataupun mahasiswa untuk kegiatan sehari-hari mereka nampaknya masih perlu ditinjau ulang.
Berdasarkan hasil liputan di lapangan pada Selasa (10/02/2026), para pengguna setia Transportasi Umum (Transum) yang didominasi para mahasiswa dan pekerja justru memberikan testimoni positif terkait efisiensi Bus Trans Jatim sebagai transportasi publik ini.
Mayoritas mereka mengatakan jika Bus Trans Jatim benar-benar sangat membantu mobilitas keseharian mereka yang memang tergantung pada layanan publik ini. Angga Iza Bakhti seorang mahasiswa S1 Universitas Brawijaya mengungkapkan pengalamannya menggunakan bus untuk keperluan diluas kampus mengatakan
"Ini pertama kalinya saya naik Trans Jatim hanya untuk tujuan pariwisata ke Kota Batu, sekedar menghabiskan waktu selepas kuliah di sore hari rasanya cukup memuaskan dengan harga Rp2.500 ini." ujarnya.
Hal ini menunjukan jika fleksibilitas bus untuk berbagai keperluan terbukti nyata di lapangan, jadi bukan hanya sekedar formalitas saja. Selain itu mahasiswa lain dari kampus yang sama bernama Ikhsan menyatakan jika dirinya rutin menggunakan bus setiap harinya untuk berangkat kuliah.
"Menurut saya dengan adanya bus Trans Jatim ini sangat membantu saya dalam kegiatan tiap hari seperti berangkat kuliah, karena harganya yang lebih murah daripada saya memesan layanan ojek online." kata Ikhsan. Ia juga bercerita jika ia menggunakan ojek online maka biaya yang dikeluarkan bisa puluhan ribu, namun dengan adanya bus ini biaya yang dikeluarkan hanya Rp5.000 saja.
Pengalaman serupa disampaikan Rizal, seorang mahasiswa yang sering menggunakan TJ (Trans Jatim) sebagai mobilitas harian. Dia memuji fasilitas mulai dari kenyamanan kursi, fitur keamanan seperti CCTV, buku doa 6 agama, dan lain-lain dengan harga Rp2.500 saja itu sangatlah efektif dan memuaskan.
Walaupun terdapat harapan pula bagi beberapa pekerja yang menjadi salah satu narasumber kami, bahwa jika bisa armada bus Trans Jatim ditambah serta kualitas halte yang ditingkatkan. Karena terlihat pula terdapat pos atau shelter tunggu yang masih hanya sebatas palang atau tanda tunggu saja.
Sehingga kesimpulannya TransJatim terbukti memberikan nilai efisiensi waktu dan biaya yang signifikan. Keberadaannya secara nyata mampu mengurangi biaya transportasi harian dan memperluas jangkauan mobilitas bagi pekerja maupun mahasiswa di Malang Raya.
Penulis: Satya Eka Pangestu
Editor : Aditya Novrian