Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tekan Harga Cabai, Pemkot Malang Cari Stok dari Luar Daerah

B
Penulis: Bayu Mulya Putra❯

 


Advertisement

PANTAU LANGSUNG: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) meninjau stok beras di Gudang Bulog, Sukun, kemarin.
PANTAU LANGSUNG: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) meninjau stok beras di Gudang Bulog, Sukun, kemarin.

MALANG KOTA - Gejolak harga bahan pokok penting (bapokting) menjelang Hari Raya Idul Fitri mulai terasa. Banderol beberapa komoditas semakin meningkat. Contohnya cabai rawit, yang di beberapa pasar sudah menembus harga Rp 120 ribu per kilogram.

Sejak awal bulan Ramadan atau pertengahan Februari lalu, harga cabai memang mulai naik. Banderolnya saat itu di angka Rp 80 ribu per kilogram. Padahal, biasanya harga normalnya Rp 45 ribu saja. Melejitnya harga cabai rawit itu dipicu hasil panen yang kurang memadai.

Advertisement

Itu berdasar hasil pantauan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang. ”Sejak akhir 2025 sampai saat ini hujan kerap melanda wilayah Malang Raya, menjadikan cabai cepat busuk tanpa sempat dipanen,” ujar Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.

Harga Bapokting Mulai ’Nyaring’
Harga Bapokting Mulai ’Nyaring’

Ketika ditelusuri lebih lanjut, harga cabai dari petani sudah dipatok Rp 80 ribu per kilogram. Untuk itu, Wahyu segera mengambil beberapa opsi pengendalian harga agar tidak terjadi inflasi. Salah satunya berkoordinasi dengan daerah terdekat yang stok cabainya lebih banyak dan murah.

Advertisement

”Kami bakal ambil stok cabai dari luar daerah, nanti dijual di Kota Malang dengan harga yang sama menyesuaikan pasaran,” lanjut Wahyu. Selain itu, pihaknya juga bersiap mendirikan Warung Tekan Inflasi (WTI). Namun mekanisme dan detailnya masih bakal dirapatkan lagi bersama TPID.

Wahyu juga mengimbau agar masyarakat tidak panic buying. Setelah diperiksa di pasar-pasar, harga bapokting cenderung normal kecuali cabai rawit. Untuk itu, masyarakat diharapkan tetap tenang, sementara dia bersama TPID lain menyusun intervensi untuk pencegahan kenaikan harga.

Apalagi, Lebaran masih kurang delapan hari lagi. Memang ada potensi bapokting lain ikut mengalami kenaikan harga. Untuk itu, pihaknya bakal merapatkan lebih lanjut perkara kenaikan harga itu untuk mencari alternatif lain apabila skema intervensi yang disiapkan belum bisa menekan laju kenaikan harga.

Berdasar pantauan di Pasar Sawojajar, harga cabai rawit memang dijual Rp 120 ribu per kilogram. Padahal, sepekan sebelumnya masih di angka Rp 80 ribu. ”Naik-turun harganya sudah sejak awal Ramadan, paling parah tembus Rp 120 ribu itu sudah empat hari,” ujar Yanti, salah satu pedagang di Pasar Sawojajar.

Dia biasa mengambil stok cabai rawit dari tengkulak yang berada di Pasar Karangploso. Tidak semua kondisi cabai yang dibelinya bagus. Ada beberapa yang mulai membusuk. Jadi, dia harus memilah lagi cabai-cabai itu agar bisa dijual dengan harga tinggi. Sementara cabai yang tidak terlalu bagus dijual dengan harga lebih rendah.

Akibatnya, banyak pelanggan yang mengeluh karena cabai mahal. Biasanya, banyak dari mereka membeli seperempat kilogram. Ada juga yang membeli satu ons saja, meski hanya mendapat sekitar beberapa cabai rawit.

Selain cabai, harga tomat juga terpantau naik. Saat ini dibanderol dengan harga Rp 15 ribu. Kenaikan itu sudah terjadi sejak dua hari lalu. Padahal, biasanya harganya hanya Rp 7 ribu saja per kilogram. (aff/by)

 

Advertisement
Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

Program Warung Tekan Inflasi (WTI) Diklaim Sanggup Tekan Harga Cabai Rawit

Program Warung Tekan Inflasi (WTI) Diklaim Sanggup Tekan Harga Cabai Rawit

Upaya pengendalian harga cabai rawit mulai menunjukkan hasilnya. Dari harga sebelumnya Rp 120 ribu, kini bisa ditekan hingga Rp 70 ribu per kilogram.

WTI Jadi Jurus Atasi Kenaikan Harga Cabai

WTI Jadi Jurus Atasi Kenaikan Harga Cabai

Harga cabai rawit di pasar tradisional yang melambung menjadi perhatian Pemkot Malang. Program Warung Tekan Inflasi (WTI) disiapkan untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok itu. Dalam beberapa hari terakhir, kenaikan

Atlet Horseback Archery Asal Malang Daniel Azmi Muhammad Bawa Tiga Medali dari Australia

Atlet Horseback Archery Asal Malang Daniel Azmi Muhammad Bawa Tiga Medali dari Australia

Dengan persiapan hanya dua pekan, Daniel Azmi Muhammad menghadapi tantangan suhu dingin dan kuda yang belum sepenuhnya dikenalnya di Australia. Atlet horseback archery (HBA) asal Kota Malang itu berhasil membawa pulang d

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer