MALANG KOTA – Perusahaan jasa ekspedisi di Malang mulai mengalami lonjakan order pengiriman. Saat ini, peningkatannya sudah berada di kisaran 30 persen.
Puncak lonjakan diperkirakan terjadi pada H-7 Lebaran yang mencapai 80 persen. Penyebab utamanya adalah aktivitas belanja online yang juga meningkat.
Peningkatan itu diakui Staf JNT Malang Ahmad Daman. Dia menjelaskan, saat ini di setiap kantor atau drop point menerima sekitar 1.000 hingga 1.500 paket setiap hari.
Sementara di Kota Malang sendiri terdapat 52 kantor JNT. Data terakhir menunjukkan bahwa JNT Kota Malang menerima sekitar 67.600 paket setiap harinya selama Ramadan.
”Saat ini peningkatannya masih di angka 30 persen. Kalau puncak lonjakan biasanya terjadi pada 7 hari sebelum Lebaran,” tuturnya kemarin (5/4).
Namun, dia mengatakan bahwa peningkatan jumlah pengiriman terbesar biasanya terjadi ketika ada event-event terkait belanja online.
Baca Juga : Kantor Ekspedisi di Kabupaten Malang Terbakar, Paket Kiriman Ikut Dijilat Api.
Misalnya pada momen 4.4 atau tanggal 4 April lalu yang diadakan salah satu ecommerce. Dalam sehari, kantor JNT di Jalan Soekarno-Hatta menerima sekitar 2.500 paket.
”Hampir seluruh kantor JNT memiliki angka yang sama,” imbuhnya.
Ahmad menambahkan, untuk Lebaran tahun ini kemungkinan sama dengan tahun sebelumnya. Peningkatan pengiriman akan berada di kisaran 80 persen.
Namun hal itu juga bergantung dengan aktivitas belanja online dan pengiriman yang dilakukan konsumen.
Ada juga kemungkinan bahwa peningkatan tidak sebagus tahun lalu lantaran banyaknya pesaing baru.
Angka pengiriman biasanya akan melandai kembali pada lima atau tiga hari sebelum Lebaran. Sebab, pada saat itu mayoritas toko tutup. (Bersambung ke halaman selanjutnya)
Pengiriman bisa meningkat lagi setelah Lebaran. Selama Ramadan ini, kosmetik menjadi barang yang paling banyak dikirimkan melalui JNT.
Disusul kemudian makanan dan pakaian. ”Kami sudah menyosialisasikan kepada para penjual online atau seller untuk mengirimkan paket jauh-jauh hari sebelum Lebaran,” ujarnya.
Hal yang sama diungkapkan Supervisor JNT Sawojajar Jemmy. Selama Ramadan pihaknya mendapat order pengiriman paket sekitar 1.300 per hari.
Rata-rata nilai transaksi per paket sekitar 4 ribu hingga jutaan rupiah. ”Di sini banyak paket yang isinya pakaian dan skincare,” terangnya.
Peningkatan pengiriman juga terjadi di JNE Malang. Selama Ramadan, tercatat 30 ribu paket diterima dan dikirimkan melalui 70 titik JNE di wilayah Malang.
Sementara pada hari biasa berada di kisaran 22 ribu hingga 24 ribu paket per hari. Mayoritas isi paket adalah produk fashion dan kue kering.
Baca Juga : Jasa Ekspedisi Mulai Naikkan Tarif.
”Sepertinya akan bertambah lagi nanti mendekati Lebaran,” kata Marketing Communication JNE Malang Demitria Valentina.
Dia juga memprediksi puncak lonjakan pengiriman paket akan terjadi pada H-7 Lebaran. Kemungkinan bisa mencapai 40 ribu paket.
Untuk mengantisipasinya, JNE sudah mempersiapkan karyawan agar tidak kewalahan dalam menerima dan mengirimkan paket-paket tersebut.
Meski terjadi peningkatan, JNE mengaku tidak akan menaikkan tarif pengiriman. Malah, mereka akan memberikan semacam promo.
”Misalnya, ada cash back Rp 200.000 untuk pengiriman sepeda motor tujuan Sumatra, Jawa, dan Bali,” tuturnya. Hal tersebut dilakukan untuk memudahkan para pemudik.
Prediksi meningkatnya pengiriman juga dilontarkan Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik (Asperindo) Malang Raya. (Bersambung ke halaman selanjutnya)
Menurut Ketua DPD Asperindo Malang Raya Tri Basuki Kusumayanto, peningkatan pengiriman kerap terjadi secara musiman. Misalnya, menjelang hari besar keagamaan.
Pihaknya belum menghimpun data secara pasti angka peningkatan dari anggota asosiasi. Namun, kondisi setiap penyedia jasa berbeda-beda.
Sebagai contoh, di tempatnya yang melayani pengiriman barang-barang dalam skala besar, saat bulan puasa hingga Hari Raya Idul Fitri tidak mengalami peningkatan signifikan.
Setiap hari, pengiriman sekitar 10 permintaan. Menurutnya, ini karena kebanyakan yang dilayani adalah handling barang.
"Jadi, kami bermitra dengan perusahaan dari luar kota sebagai perwakilan di Malang untuk pengiriman barangnya,” ujar Tri.
Jenis barang yang dikirim kebanyakan memiliki berat di atas 50 kilogram. Seperti paket dan kargo dengan servis reguler, material untuk proyek, dan distribusi logistik.
Baca Juga : Dibatasi, Pertamina Jamin Stok Biosolar Aman.
Berbeda dengan penyedia jasa logistik, perusahaan pengiriman paket atau pos cenderung mengalami peningkatan pesat. Peningkatannya berkisar antara 60 persen sampai 80 persen.
Salah satunya dirasakan perusahaan PT SiCepat Ekspres di Malang. Koordinator Penerimaan Barang SiCepat Ekspres Malang Reza Dwi Lingga mengamini.
Pada waktu normal, jumlah barang yang masuk antara 10 ribu sampai 15 ribu per hari. Demikian pula barang yang keluar, jumlahnya tidak jauh berbeda dengan barang masuk.
Bahkan, selama pandemi ada lonjakan 30 ribu-40 ribu barang. Barang yang masuk berupa produk fashion, elektronik, dan kebutuhan pokok.
Untuk momen Lebaran, pihaknya mulai merasakan peningkatan pada dua minggu dan satu minggu sebelum Lebaran. Lonjakan bisa mencapai 60 persen.
”Kalau dua hari terakhir malah meningkat signifikan menjadi 35 ribu sampai 45 ribu barang. Yang didominasi oleh produk fashion seperti baju dan parsel,” sebut Reza. (Bersambung ke halaman selanjutnya)
Untuk mengantisipasi lonjakan, Reza menyatakan tak ada persiapan khusus. Dia lebih mempersiapkan seluruh armada sebanyak enam unit dan sumber daya manusia (SDM).
”Tanggal 23 April nanti kami libur, sehingga pengiriman akan di-pending. Baru pada 24 April kami akan kembali beroperasi lagi,” imbuhnya.
Di tempat lain, Manajer Penjualan Jasa Keuangan Kantor Pos Malang Sonny Edwin Yulianto menjelaskan, pihaknya melayani 10 daerah.
Terdiri dari Kota Batu, Kediri, Blitar, Pare, Pasuruan, Kabupaten Malang, Kota Malang, Nganjuk, Blitar, serta Jombang. Sehingga jumlah barang yang masuk bervariasi.
Namun, untuk barang yang berasal dari Kota Malang dan Kabupaten Malang berkisar antara 10 ribu pada waktu normal. Sementara selama Ramadan hingga Lebaran bisa mencapai 15 ribu-25 ribu.
”Biasanya ada peningkatan 30 persen sampai 40 persen mendekati Lebaran. Mungkin karena banyak yang mengirim parsel, surat, dan baju untuk Idul Fitri. Bahkan ada pula yang kirim ke luar negeri (IMS),” tuturnya.
Baca Juga : Awal Ramadan, Harga Tiga Bahan Pangan masih Tinggi.
Terkait pelayanan selama Lebaran, sebagai perusahaan plat merah pihaknya tetap membuka pintu.
Bagi yang hendak mengirim barang, Kantor Pos Malang buka setiap hari dengan pelayanan normal.
Terpisah, Chief Marketing Officer (CMO) Ninja Xpress Malang Andi Djoewarsa mengaku belum bisa menginformasikan traffic pengiriman barang.
Yang jelas paket yang masuk 90 persen merupakan paket berukuran kecil berupa produk fashion dan kosmetik. Terkait layanan, menjelang Lebaran juga berubah.
”Untuk pengambilan paket maksimal sampai tanggal 21 April pukul 17.30. Sementara pengiriman maksimal tanggal 21 April pukul 22.00,” tandasnya. (dur/mel/fat) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana