MALANG - Pia Karomah menjadi produk unggulan untuk oleh-oleh dari daerah Pasuruan. Bahkan Pia yang sudah ada sejak tahun 1999 tersebut menjadi pelopor Kampung Pia yang ada di Dusun Warurejo, Desa Kejapanan, Gempol, Pasuruan. Yana Andayani merupakan pemilik sekaligus pencipta Pia Karomah tersebut.
Awal merintis, perempuan berhijab tersebut hanya menyetorkan Pia bijian ke toko-toko. Kemudian, pada tahun 2003 mulai mengemas dalam kotak dan menyetorkan ke banyak daerah. Berbagai daerah yang menjadi pelanggan setia Pia Karomah yakni Malang, Gresik, Surabaya, Lamongan hingga Surabaya.
“Untuk mengirim ke tempat-tempat tersebut kita kan butuh kendaraan, waktu itu saya dapat pinjaman dari BRI sekitar Rp 60 juta untuk beli mobil,” tuturnya.
Karena proses meminjam yang mudah, Yana beberapa kali meminjam sesuai dengan kebutuhan usahanya. “Apalahi KUR (Kredit Usaha Rakyat) gak perlu pakai sertifikat besar sudah bisa pinjam,” kata dia.
Hingga saat ini Yana dapat memproduksi 10.000 kue pia setiap harinya. Dengan 12 karyawan yang ia kerjakan. Kue pia miliknya memiliki berbagai keunggulan terutama pada teksturnya yang tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering, sehingga cukup awet apabila disimpan.
Ia mengungkapkan sudah puluhan karyawan yang keluar masuk membantu kegiatan produksinya. Tak jarang setelah keluar dari Pia Karomah, karyawannya membuka usaha kue pia sendiri.
“Karyawan yang pernah bekerja di saya sudah sukses bahkan suksesnya melebihi saya,” ungkanya.
Para mantan karyawannya tersebut sudah banyak yang membuka usaha serupa di berbagai kota seperti di Kediri dan Trenggalek. Alih-alih merasa tersaingi, Yana lebih merasa bangga karena bisa memberikan ilmu yang bermanfaat bagi mereka.
Hal yang sama juga menjadi asal usul terbentuknya kampung pia, ilmu produksi Pia Karomah menular ke keluarga dan tetangga sehingga tercipta kampung yang sebagian besar warganya memiliki usaha kue pia.
Berbagai program pembinaan dari BRI juga diikuti oleh Yana. salah satunya ialah Pesta Rakyat Simpedes (PRS) di Pandaan Pasuruan pada Minggu (27/8) lalu. “Kami sangat berterimakasih karena sudah difasilitasi untuk mengembangkan produk,” imbuhnya.
Dengan begitu menunjukkan bahwa semua pihak terutama dari perbankan mendukung pertumbuhan UMKM. “Jadi kami sebagai UMKM tidak merasa sendirian,” tutupnya.(dur/jprm2)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana