MALANG KOTA – Unit usaha yang bakal dijalankan 57 Koperasi Merah Putih (KMP) semakin jelas. Pemkot Malang mendorong mereka menjalankan usaha penjualan LPG, sembako, hingga isi ulang air minum. Ditargetkan semuanya sudah beroperasi Desember depan.
Kemarin (13/10), pengurus dan pengawas KMP menjalani pelatihan di gedung Malang Creative Center (MCC). Agenda tersebut bertujuan untuk meningkatkan jumlah KMP yang beroperasi. Sebab setelah mengantongi legalitas pada Juli lalu, hanya sedikit koperasi yang sudah aktif.
Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi menuturkan, pelatihan berorientasi peningkatan kompetensi pengurus dan pengawas KMP. Mereka diberi materi tentang koperasi, penyusunan rencana bisnis hingga pengajuan proposal untuk bantuan modal.
Agenda tersebut juga menjembatani kerja sama antara pengurus KMP dengan distributor. Untuk LPG, koperasi akan disuplai Hiswana Migas. Kemudian sembako dikirim Badan Urusan Logistik (Bulog) dan alat isi ulang air minum kerja sama dengan Mixzuone.
”Setelah mereka mendapatkan pelatihan, selanjutnya bisa menjalankan tiga unit bisnis tersebut. Nanti ada MoU (perjanjian) dengan tiga distributor,” ujar Eko Sya.
Alasan pemilihan tiga unit bisnis itu, lanjut dia, melihat kebutuhan warga Kota Malang. Tiga komoditas tersebut merupakan kebutuhan dasar. Sehingga lebih mudah untuk dipasarkan.
”Kami belum mendorong simpan pinjam. Sementara tiga unit usaha ini dulu,” imbuh pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Eko menambahkan, unit usaha tersebut menjadi salah satu syarat untuk pengajuan modal ke perbankan. Jika KMP belum memiliki unit usaha, kecil kemungkinan modal yang diajukan disetujui oleh bank.
”Kalau sesuai juknis ya Rp 3 miliar, tetapi nanti disesuaikan dengan kebutuhan. Bank akan melihat kondisi KMP sebelum menentukan pinjaman,” tandas dia.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, pelatihan tersebut sudah ditunggu pengurus sejak mereka mengantongi legalitas. Selanjutnya, dia berharap tiga unit bisnis yang disiapkan pemkot bisa disambut baik oleh pengurus KMP.
”Pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan manajerial dulu. Kami juga sudah buka kesempatan tiga unit bisnis, tinggal nanti pelaksanaan harus disusun dengan rapi,” tegas Wahyu.
(adk/dan)
Editor : A. Nugroho