Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pasokan Melimpah, Harga Pangan Dorong Deflasi di Kota Malang

Aditya Novrian • Kamis, 5 Februari 2026 | 09:58 WIB
STOK AMAN: Pedagang ayam potong di Pasar Mergan melayani pembeli kemarin. Harga daging ayam yang turun pada Januari lalu mendorong deflasi.
STOK AMAN: Pedagang ayam potong di Pasar Mergan melayani pembeli kemarin. Harga daging ayam yang turun pada Januari lalu mendorong deflasi.

MALANG KOTA – Penurunan harga sejumlah bahan pokok penting menekan laju inflasi pada Januari. Harga cabai, daging ayam ras, hingga telur ayam ras yang terkoreksi membuat inflasi bulanan berubah menjadi deflasi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Januari 2026 terjadi deflasi sebesar 0,10 persen secara month-to-month dibanding Desember 2025. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar deflasi tersebut.

Kepala BPS Kota Malang Umar Sjaifuddin menjelaskan, deflasi Januari dipengaruhi tingginya basis harga pada Desember lalu. Saat itu, harga bapokting melonjak akibat meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru. Memasuki Januari, aktivitas warga kembali normal sehingga permintaan menurun dan harga terkoreksi.

”Selain faktor permintaan, Januari juga bertepatan dengan panen raya hortikultura. Pasokan yang melimpah menekan harga komoditas pangan di pasaran,” ujarnya.

Secara rinci, komoditas cabai rawit, cabai merah, dan daging ayam ras memberikan andil deflasi hingga 0,07 persen. Telur ayam ras menyumbang deflasi sebesar 0,06 persen, diikuti bawang merah 0,05 persen dan bensin 0,04 persen.

Meski demikian, secara tahunan inflasi masih terjadi. Dibanding Januari 2025, inflasi Januari 2026 tercatat sebesar 3,3 persen. Kenaikan harga terutama berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.

”Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menyumbang inflasi year-on-year sebesar 20,14 persen,” kata Umar.

Sektor perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga turut menyumbang inflasi tahunan sebesar 12,61 persen. Selain itu, sektor kesehatan mencatat inflasi 2,14 persen.

Umar menambahkan, tren kenaikan harga emas masih berlanjut sepanjang Januari. Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan harga emas perhiasan sebagai produk turunannya di pasaran. (aff/adn)

Editor : Aditya Novrian
#laju inflasi #bps #malang #Deflasi