Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hujan Padamkan Karhutla Lereng Gunung Arjuno

R
MASIH DIPANTAU: Tim gabungan siaga di lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api kemarin (23/10). (BPBD FOR RADAR KANJURUHAN)
MASIH DIPANTAU: Tim gabungan siaga di lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api kemarin (23/10). (BPBD FOR RADAR KANJURUHAN)

Advertisement

KEPANJEN – Hujan deras yang mengguyur lereng utara dan timur Gunung Arjuno, tepatnya di Singosari, memadamkan kobaran api. Pantauan Badan Penanggu langan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang hingga kemarin (23/10), api di kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) R. Soerjo sudah padam. Namun tim gabungan masih siaga di lokasi untuk mengantisipasi munculnya api.

Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Malang, total luas kawasan mencapai 816 hektare. Angka tersebut merupakan luasan kawasan dalam laporan penanganan, bukan berarti seluruhnya habis terbakar.

Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, hujan membantu meredakan Ke bakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Meskipun demikian, petugas belum menghentikan pemantau an karena masih ditemukan delapan titik panas (hotspot).

“Api dilaporkan sudah padam sekitar pukul 04.00 setelah hujan deras. Namun personel tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api,” ujar Sadono kemarin (23/10).

Berdasarkan rincian BPBD, kebakaran di Petak 112 (Gombes) meng hanguskan seluruh area seluas 534 hektare. Sementara di Petak 113 (Kutukan), area yang terbakar mencapai 202 hektare dari total 236 hektare. Di Petak 115, lanjutnya, sekitar 12 hektare terbakar dari luas 43,9 hektare. Petak 116 B (Kutukan) mencatat 17 hektare terbakar dari total 43 hektare.

Advertisement

Sedangkan, Petak 116 C (Kutukan) seluas 2 hektare dari total 33,7 hektare. Adapun di Petak 117 (Sabana Lincing), sekitar 27 hektare terbakar dari total 43,2 hektare. Jika dijumlahkan, rincian kebakaran pada enam petak tersebut mencapai 794 hektare.

Artinya, masih terdapat selisih sekitar 22 hektare dari angka 816 hektare dalam laporan BPBD yang perlu dikonfirmasi lebih lanjut. Penanganan di lapangan tetap dilanjutkan melalui patroli, pembuatan sekat bakar, penimbunan bara yang tersisa, serta penanganan pohon tumbang yang berpotensi memicu perambatan api.

Kemarin pagi, tim gabungan membuat sekat bakar selebar tiga meter sepanjang 500 meter di kawasan yang berbatasan langsung dengan wisata Budugasu.

“Personel masih melaku kan patroli dan pemantauan di lapangan. Kami juga mengantisipasi potensi api kembali menyala, terutama di area yang sulit dijangkau,” tambahnya.

Sebanyak 30 personel gabungan dari unsur polisi hutan (polhut), Manggala Agni, masyarakat peduli api (MPA), relawan, dan HIPPAM dikerahkan. Penanganan didukung tiga pos, yakni jalur pendakian via Lawang, Budugasu di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, serta Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso.

Advertisement

Artikel Terkait

Saluran Air Warga Putus, Dampak Nyata Karhutla Gunung Kawi yang Terus Meluas

Saluran Air Warga Putus, Dampak Nyata Karhutla Gunung Kawi yang Terus Meluas

Karhutla Gunung Kawi meluas jadi 1.534 hektare, saluran air minum warga Wonosari ikut terbakar dan terputus, pemadaman terus berlanjut.

Karhutla di Gunung Buthak Berlanjut ke Puncak Gunung Kawinajang

Karhutla di Gunung Buthak Berlanjut ke Puncak Gunung Kawinajang

pi dilaporkan muncul di Puncak Gunung Kawinajang, Desa Pujon Kidul, kemarin siang (12/9).

Kebakaran di Area Gunung Buthak Meluas, Water Bombing Diturunkan

Kebakaran di Area Gunung Buthak Meluas, Water Bombing Diturunkan

Lokasinya hampir sama dengan kebakaran Selasa lalu (1/9) di kawasan Pujon Selatan, Kabupaten Malang. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer