Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

5 Wisata Kabupaten Malang yang Sudah Lakukan Uji Coba Pembukaan

Farik Fajarwati • Minggu, 3 Oktober 2021 | 22:03 WIB
Desa Wisata Pujon Kidul menjadi salah satu destinasi yang sempat memulai uji coba pembukaan. (Darmono/Radar Malang)
Desa Wisata Pujon Kidul menjadi salah satu destinasi yang sempat memulai uji coba pembukaan. (Darmono/Radar Malang)
RADAR MALANG - Sekitar seminggu ini sejumlah tempat wisata di Kabupaten Malang sudah diizinkan untuk melakukan uji coba pembukaan tempat wisata. Ini mengacu dari instruksi dari Gubernur Jawa Timur.

Tempat wisata yang dipilih adalah mereka yang mampu menerapkan aplikasi PeduliLindungi. Artinya, tempat wisata tersebut juga harus mempunyai akses internet yang mumpuni. Terdapat 5 lokasi yang dipilih sementara ini. Pertama ada Lembah Indah di Kecamatan Ngajum, Wisata Flower Santera di Pujon, Desa Wisata Pujon Kidul, Desa Wisata Sanankerto Boonpring dan Pantai Balekambang.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara mengatakan terhadap wisata yang diizinkan boleh melakukan uji coba, pihaknya akan terus melakukan pemantauan bagaimana kesuksesan penerapan protokol kesehatan di sana. “Sehingga jika memang dengan membuka wisata ini tak menyebabkan tingkat penyebaran Covid-19 semakin tinggi, maka ke depan kemungkinan seluruh tempat wisata juga akan boleh beroperasi kembali,” katanya.

Nantinya bisa diterapkan untuk wisatawan untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Pantauan terkini, pihak dinas akan mengambil video untuk dilaporkan ke Kemenparekraf dan Menko Marves. “Ini lho kabupaten siap begini. Minggu depan kami akan survei langsung ke lapangan," imbuh Made.

Secara umum, pihaknya mengatakan, seluruh pengelola wisata telah diarahkan untuk dapat mengikuti imbauan yang diberikan pemerintah. Seperti melengkapi alat protokol kesehatan, dan memperbanyak imbauan terkait penerapan prokes di tempat wisata.

Dia mengimbau agar para pengelola wisata bisa terus mentaati aturan yang ditetapkan oleh pemerintah. Dengan begitu, jika situasi kembali melandai, pemerintah tidak akan keberatan memberi restu pembukaan wisata. "Selama ini kan yang dikhawatirkan tempat wisata bisa jadi klaster penyebaran Covid. Jika itu tidak terjadi maka mungkin akan segera resmi dibuka kembali," kata pria asal Pulau Dewata itu.

Salah satu yang paling penting untuk dilakukan, yakni agar para pelaku wisata, mulai dari pengelola, pedagang, ataupun kelompok lainnya yang berkecimpung di dunia wisata, semuanya sudah harus melakukan vaksinasi. Dengan begitu, akan menjadi pertimbangan sendiri pemerintah mengizinkan wisata untuk buka. "Para pengelola wisata juga telah kami imbau untuk menyiapkan aplikasi PeduliLindungi. Karena kemungkinan nanti semua wisata wajib untuk mempunyai hal itu," tuturnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Malang ini mengatakan jika dampak penutupan wisata selama tiga bulan ini, potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Malang sekitar Rp 2 miliar menjadi hangus. Karena tidak ada pajak atau retribusi yang bisa dipungut. "Target pajak dari sektor hiburan tahun ini Rp 8,2 miliar. Dan masih tercapai sekitar 34 persen, atau Rp 2,8 miliar. Tidak ada penambahan semenjak PPKM darurat itu diberlakukan," pungkasnya. (fik/cj6/mas/rmc) Editor : Farik Fajarwati
#pujon kidul #destinasi wisata malang #Disparbud kabupaten malang #wisata kabupaten malang #Liburan ke Malang