DAMPIT – Wilayah Kabupaten Malang sudah dikenal sebagai daerah penghasil kopi sejak era kolonial Belanda. Sejumlah kecamatan terus digenjot agar produksi kopi bisa lebih maksimal lagi. Apalagi trennya, hasil panen biji kopi terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Selama ini, kopi dari Kabupaten Malang juga termasuk produk perkebunan unggulan di Jawa Timur. Baik dari segi kualitas maupun aspek kuantitasnya. Dari segi kualitas, biji kopi di Kabupaten Malang sudah dikenal luas bahkan hingga keluar negeri. Salah satunya disebut sebagai kopi Amstirdam (Ampelgading, Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo dan Dampit).
Sementara dari segi kuantitas, tiap tahun tercatat ada peningkatan jumlah produksi. Dari data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang diketahui, produksi kopi di Kabupaten Malang rata-rata meningkat sekitar 3.000 ton lebih setiap tahunnya. “Di tahun 2021 lalu dihasilkan kurang lebih 13.000 ton kopi. Sementara hingga bulan Agustus ini saja sudah mencapai 15.000 ton. Kemungkinan akan terus meningkat karena trennya selalu naik setiap tahunnya,” ujar Kepala DTPHP Kabupaten
Malang Avicenna Medisica Sani Putera.
Untuk itu, pihaknya terus melakukan berbagai upaya agar produksi kopi terus meningkat. Termasuk dengan melakukan pendampingan kepada para petani kopi. “Kita selalu push, jadi petani-petani kopi itu selalu mengefektifkan metode dan juga menambah luas tanam. Para penyuluh terus melakukan pendampingan, agar tren positif kenaikan produksi kopi terus meningkat,” terang Avicena.
Selain kopi Amstirdam, saat ini beberapa kecamatan lain di Kabupaten Malang juga terus menunjukkan pamornya. Artinya wilayah tersebut semakin dikenal sebagai sentra penghasil kopi. Seperti di Wonosari, Ngantang, Lawang dan Singosari. Menurutnya, hal tersebut juga menjadi bukti bahwa kopi menjadi salah satu komoditas utama Kabupaten Malang yang masih terus berkembang. “Potensinya masih tinggi, dan masih bisa ditingkatkan lagi. Kami akan terus efektifkan lagi, memang masyarakat lebih tertarik di bidang perkebunan, terlebih di komoditas kopi,” kata dia.
Untuk jenis kopi, di Kabupaten Malang sendiri menurutnya didominasi kopi jenis Robusta. Hal tersebut dipengaruhi kondisi geografis di Kabupaten Malang yang tidak seluruhnya berada di ketinggian. “Paling banyak Robusta, kalau Arabika kan liat kondisi geografisnya. Harapan kami, Kabupaten Malang terutama di bidang kopi semakin dikenal dan menjadi andalan kopi tidak hanya di Jawa Timur saja,” tutup dia. (nif/nay) Editor : Mardi Sampurno