Acara dimulai pukul 07.30 hingga pukul 10.00 di halaman sekolah SMPN 1 Singosari dengan mengusung tema ‘Kesantunan Bahasa, Cerminan Pemuda Indonesa’.
Ketua Pelaksana Wiwik Widowati mengatakan, bahasa adalah pemersatu. Walau berbeda daerah, suku, adat ras, tapi bahasa tetap Indonesia. “Ini yang membuat Indonesia bisa merdeka waktu itu. Para pemuda tidak memedulikan kita dari mana, apa pun bahasanya,” ucap dia.
Selain itu, pemuda juga tidak harus grusah-grusuh (tergesagesa) dalam bertindak. Mereka juga harus berpikir logis dalam mempertimbangkan banyak hal. Sehingga mereka bisa menuju apa yang menjadi cita citanya.
Wiwik mengatakan, berbagai kegiatan digelar di sekolah untuk memperingati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda. Mulai lomba cerdas cermat bahasa Inggris, cerdas cermat bahasa Jawa, pidato, dan sebagainya. “Setelah mereka berkompetisi selama satu minggu, kita pamerkan di gelaran Hari Sumpah Pemuda ini. Mereka juga membaca puisi dan pidato,” kata dia.
Dalam gelaran tersebut, para siswa memakai pakaian adat dari Sabang sampai Merauke. Tujuannya agar anak-anak tidak melupakan budaya Indonesia. “Tujuannya di situ. Banyak yang sudah lupa pada adat nenek moyang kita. Semakin terkikis dengan budaya luar,” kata dia.
Dengan adanya kegiatan itu, besar harapan para siswa calon generasi bangsa bisa terus eksis dalam berkarya tentu jangan melupakan budaya Indonesia. “Harapan kami mereka menjadi mutiara-mutiara, menjadi pemimpin, pemenang dan lain sebagainya,” tutup dia. (nif/nay) Editor : Mardi Sampurno