Kondisi tersebut terjadi di awal-awal setelah peresmian tahun 2018 lalu. Namun seiring datangnya pandemi Covid-19 dan kondisi taman yang kurang terawat membuat tempat ini kehilangan pengunjung.
Memiliki luas 60 meter X 80 meter persegi, keberadaan Taman Topeng tersebut awalnya merupakan lanjutan program PNPM. ”Karena keberadaan lapangan sepak bola sudah tidak representatif di tengah permukiman, sehingga hasil musyawarah bersama warga, disepakati untuk dijadikan RTH,” ujar Ketua RT 23 Moh. Toha.
Pembangunan lapangan hingga menjadi RTH tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp 750 juta. “Sebelum pandemi memang ramai. Sampai ada pedagang kaki lima dan tempat parkirnya juga,” kata dia. Apalagi pada malam Minggu, makin banyak pengunjung yang menikmati taman tersebut. Namun kini, hanya segelintir warga sekitar dan anak-anak yang mendatangi taman tersebut. (nif/nay) Editor : Mardi Sampurno