Bersinergi dengan PLN Energi Primer, Aharu Cakra Indonesia-Terramas Nature Resources Lakukan Pengembangan dan Pengelolaan Biomassa dengan Memanfaatkan Sumber Daya Setempat
MALANG- PT Aharu Cakra Indonesia dan PT Terramas Nature Resources dengan PT PLN Energi Primer Indonesia pada Kamis (26/10) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU). Fokus perjanjian kerja sama itu untuk bersinergi dalam pengembangan dan pengelolaan biomassa berbasis pemanfaatan sumber daya setempat.
Tujuannya mengembangkan ekosistem, bisnis, teknologi, pengelolaan, pemasaran, dan pemanfaatan biomassa atau bioenergi dengan mengoptimalkan residu pertanian, perkebunan, kehutanan, produk samping perkebunan kelapa sawit dan area pengelolaan lainnya dengan berbasis permberdayaan mayarakat.
Penandatanganan dilakukan di Kantor PT Aharu Cakra Indonesia di Singosari, Kabupaten Malang.
Upaya mewujudkan nol emisi dalam mewujudkan ketahanan energi dilakukan oleh PT Aharu Cara Indonesia dan PT Terramas Nature Resources melalui kerjasama dengan PT PLN Energi Primer Indonesia tersebut.
Samsul Huda, Direktur Utama PT Aharu Cakra Indonesia mengatakan bahwa perusahaannya siap melakukan Co-Firing bahan bakar batu bara dengan biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia. “Saat ini kami berhasil memproduksi lima ribu ton wood pellet di Pabrik Singosari Malang dan tiga ribu ton dari Pabrik Gresik yang siap didistribusikan kepada PLN dan pasar ekspor," ujar Samsul.
Menurutnya, kerja sama ini merupakan bentuk dukungan dalam mewujudkan semangat G20 serta misi co-firing. Mengingat tenaga uap dari bahan bakar batu bara jumlahnya sudah mulai terbatas dan menghasilkan emisi.
Antonius Aris Sudjatmiko, Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia mengatakan akan terus berupaya mengembangkan energi biomassa ini. “Kami berharap mampu mewujudkan 2.5 juta ton bahan bakar PLTU dari biomassa pada tahun 2024 dan akan meningkat hingga 10 juta ton biomassa pada tahun 2025," kata dia.
“Peningkatan bahan bakar biomasa yang berasal dari limbah olahan lahan pangan ini selain sebagai ketahan energi juga ramah lingkungan dan menambah pendapatan petani sehingga memberikan manfaat ketahan ekonomi dan sosial," tegas Antonius.
Direktur PT Terramas Nature Resources, Cho Hyoncho menambahkan bahwa kebutuhan bahan bakar biomassa sangat besar di luar negeri, khususnya di Asia.” Apabila produksi pelet berlimpah maka kami siap melakukan ekspor dengan membuka pasar internasional, salah satunya di Korea," imbuh Cho.
Untuk diketahui, Indonesia berkomitmen mengurangi emisi menuju net zero emission pada tahun 2060 dengan tetap mendukung pembangunan dan pemulihan ekonomi. Tentunya hal ini perlu dukungan penuh dari sektor energi. (Jprm2)
Editor : Neny Fitrin