Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perdana Memperingati 1 Suro, Wayang Digelar di Punden Jenar Kemuning Ngajum Malang

Mahmudan • Selasa, 9 Juli 2024 | 18:34 WIB
KHAS MALANG: Seniman topeng menyuguhkan penampilan terbaiknya di Punden Jenar Kemuning, Desa Kranggan, kemarin (8/7). Kesenian digelar dalam rangka memperingati 1 Muharram.
KHAS MALANG: Seniman topeng menyuguhkan penampilan terbaiknya di Punden Jenar Kemuning, Desa Kranggan, kemarin (8/7). Kesenian digelar dalam rangka memperingati 1 Muharram.

NGAJUM – Untuk kali pertama, pertunjukan wayang topeng digelar di punden Jenar Kemuning, Desa Kranggan, Kecamatan Ngajum, kemarin (8/7).

Pergelaran tersebut dalam rangka memperingati 1 Muharam atau 1 Suro.

Wayang topeng Malang itu digelar oleh Sanggar Seni Sailendra.

Pengamatan Jawa Pos Radar Kanjuruhan, para penari dengan lincah saat menyuguhkan gerakan-gerakan yang membentuk cerita.

Bersamaan dengan itu, dalang menyampaikan narasi dan dialog sesuai jalan cerita menggunakan bahasa Jawa.

Sesuai dengan judulnya, Tumurune Widayat Pitu, tarian tersebut menceritakan tentang Negara Ngastina dan Pancawati yang ingin menjemput turunnya Wahyu Widayat Pitu.

“Wahyu Widayat Pitu itu semacam anugerah,” ujar Kasnam, Dalang Wayang Purwo Sanggar Seni Sailendra.

”Jadi, dengan ditampilkannya cerita ini, kami mengharapkan masyarakat Desa Kranggan diberi anugerah,” lanjutnya.

Salah satu anugerah yang dimaksud adalah rezeki yang berlimpah.

Misalnya, pertunjukan tari topeng yang semakin digemari masyarakat.

Sehingga semakin sering diundang untuk mengisi acara-acara tertentu.

Sedangkan Staf Pemerintah Desa (Pemdes) Kranggan Sukadi menyampaikan, pertunjukkan seni wayang topeng malangan termasuk kegiatan nguri-nguri budaya Jawa.

”Supaya kebudayaan itu tetap dikenal oleh masyarakat,” kata dia.

Karena itu, dia menambahkan, anak-anak dipersilakan menonton acara tersebut supaya mengenal budaya.

URI-URI BUDAYA: Seniman dari Sanggar Seni Sailendra tampil memesona kemarin (8/7). Pertunjukan digelar dalam rangka memperingati 1 Muharram.
URI-URI BUDAYA: Seniman dari Sanggar Seni Sailendra tampil memesona kemarin (8/7). Pertunjukan digelar dalam rangka memperingati 1 Muharram.

Diharapkan anak-anak sebagai generasi penerus juga bisa melanjutkan pengenalan kesenian tradisional tersebut.

”Ketika masyarakat sudah familier dengan pertunjukan ini, kami juga mengharapkan pemerintah, khususnya dari Kabupaten Malang juga bisa membantu melestarikan dan menyebarkan ke masyarakat luas,” ucap Sukadi yang juga menyaksikan pagelaran wayang topeng itu.

Begitu ada perhatian pemerintah, dia melanjutkan, bantuan-bantuan untuk prasarana juga dapat diprioritaskan.

Seperti pembangunan jalan lingkungan menuju punden yang saat ini masih berupa tanah dan bebatuan. (yun/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#1 suro #Ngajum #malang #Perdana #Punden #wayang