KEPANJEN - Minat wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi Kabupaten Malang cukup tinggi. Berdasar data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, pertengahan tahun ini sudah ada 8.674 wisman yang berkunjung ke Bumi Kanjuruhan. Tujuannya pun bermacam-macam. Mulai dari wisata pantai hingga wisata sejarah.
Salah satunya di Kecamatan Singosari. Terhitung Januari-Mei lalu, tercatat 710 wisman masuk Singosari. Sekitar 328 orang di antaranya berkunjung ke Candi Singosari. Namun kunjungan itu belum pulih jika dibandingkan sebelum Covid-19. “Dulu sebelum Covid-19, pengunjung wisatawan asing bisa mencapai 20 orang per hari,” ucapnya.
Biasanya, dia melanjutkan, rombongan wisman sudah membawa tour guide yang bertugas untuk menjelaskan jejak sejarah Candi Singosari. Tapi jika tidak ada tour guide, dia mengatakan, mereka akan meminta bantuannya untuk menjelaskan sejarah tersebut. Imbalan pun tidak dipatok harga. ”Biasanya memberikan uang sekitar Rp 50 ribu untuk pemeliharaan sarana pelengkap candi, seperti toilet umum,” kata dia.
Saat ini, Damanhuri mengatakan, satu-satunya kekurangan candi yang sulit dipenuhi yakni lahan parkir. Meski pihaknya sudah mengajukan ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK), belum terealisasi hingga kini.
Terpisah, Kepala Bidang Pemasaran Wisata Disparbud Kabupaten Malang Dyah Kusuma Hastuti mengatakan, kunjungan wisata hanya 60 persen. Sementara 40 persen lainnya masih belum terdata. “Kendala kami adalah data dari pelaku wisata yang banyak belum disetorkan,” ujar Dyah.
Di sisi lain, Pemkab Malang tetap berupaya meningkatkan kunjungan. Di antaranya dengan melakukan promosi wisata serta bekerja sama dengan berbagai pihak untuk pengembangannya. Hal tersebut juga untuk mencegah kemerosotan wisatawan. Selain itu, penguatan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) pun tetap ditingkatkan sebagai upaya pengembangan potensi wisata. (yun/dan).
Editor : Mahmudan