Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Calon TKI dari Kabupaten Malang Miskin Modal Bahasa Asing

Mahmudan • Sabtu, 10 Agustus 2024 | 13:15 WIB

 

PERSIAPAN BERANGKAT: Para calon TKI menjalani pelatihan di salah satu Lembaga Pelatihan Kerja (PKL) Kepanjen, Kabupaten Malang.
PERSIAPAN BERANGKAT: Para calon TKI menjalani pelatihan di salah satu Lembaga Pelatihan Kerja (PKL) Kepanjen, Kabupaten Malang.
 

 

KEPANJEN – Minat warga Kabupaten Malang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) relatif tinggi.

Namun rata-rata ”miskin” penguasaan bahasa asing, sehingga mereka dibekali kemampuan berbahasa sesuai negara tujuan.

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang, mayoritas negara tujuan calon TKI atau pekerja migran Indonesia (PMI) adalah Singapura, Taiwan dan Hongkong.

Baca Juga: Kabupaten Malang Penyumbang TKI Tertinggi Ketiga di Jatim

Itu karena gaji di negara-negara tersebut relatif besar.

Di Hongkong misalnya, rata-rata calon TKI bisa mendapatkan  gaji Rp 9 juta sampai Rp 12 juta per bulan.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang Tri Darmawan mengatakan, sebelum diberangkatkan, para calon TKI selalu dibekali kemampuan berbahasa asing.

Proses pembelajaran bahasa inilah yang memakan waktu.

”Kalau sampai lancar berbahasanya ya bisa lima sampai enam bulan,” ujar Tri kemarin.

Biasanya, dia mengatakan, pelatihan bahasa dijadwalkan setiap minggu.

Terkadang eks TKI juga perlu belajar bahasa lagi.

Sebab sudah terlalu lama tinggal di Indonesia, sehingga lupa dengan bahasa asing yang pernah dikuasainya.

”Kadang mereka juga pindah ke negara lain, sehingga perlu belajar bahasa lagi,” katanya.

Selain pembelajaran bahasa asing, tri mengatakan, para TKI juga mendapatkan keterampilan.

Di antaranya seperti, bersih-bersih rumah, memasak, merawat orang tua atau bayi.

Baca Juga: Dapat KB Gratis karena Pekerja Dilarang Hamil, Disnaker Kabupaten Malang Kirim 3.000 TKI Setiap Tahun

Keterampilan tersebut dibutuhkan bagi calon TKI di sektor informal.

Untuk kemampuan tersebut, Tri mengatakan, prosesnya cukup cepat.

“Kurang lebih satu bulan,” tuturnya.

Mereka mengikuti pelatihan di tempat lembaga pelatihan kerja.

Tahun ini ada 75 calon TKI yang ikut pelatihan kerja.

Sasarannya ialah calon TKI usia produktif.

“Pelatihannya dilaksanakan mulai Juli lalu,” kata dia.

Sejauh ini yang mengikuti pelatihan tersebar di seluruh Kabupaten Malang.

Rata-rata berusia 20-35 tahun.

Tetapi ada juga yang berumur 40 tahun ke atas.

Dia mengimbau agar masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri mencari informasi ke disnaker.

Agar terhindar dari jasa pengirim TKI ilegal. (iza/dan)

Editor : Mahmudan
#Hongkong #Kabupaten Malang #TKI #bahasa asing