Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jangan Anggap Remeh! Tape Ngajum Malang Berhasil Menembus Pasar Hongkong

Mahmudan • Selasa, 1 Oktober 2024 | 00:00 WIB
PRODUK LOKAL: Salah seorang warga Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum  mengemasi tapai singkong ke kardus  kemarin (29/9).
PRODUK LOKAL: Salah seorang warga Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum mengemasi tapai singkong ke kardus kemarin (29/9).

NGAJUM - Makanan tradisional asal Kabupaten Malang tidak kalah populer di luar negeri.

Seperti tape yang beredar di Hongkong merupakan produksi asal Banjarsari, Kecamatan Ngajum.

Hampir setiap Minggu tape Ngajum masuk ke Hongkong.

Kasrodin, salah satu produsen tapai di desa Banjarsari menyebutkan, pembeli itu mayoritas Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ada di Hongkong.

Pengiriman sudah dilakukan sejak 2018 silam.

Dia mengatakan, saat hari minggu, para PMI tersebut sedang libur. 

Sehingga sebagai selingan, mereka berjualan tapai.

“Per Minggu bisa mengirim sekitar 70 besek (kemasan dari anyaman bambu) tapai singkong. Kadang bisa lebih, tergantung permintaan,” ujar Kasrodi di sela memproduksi tapai singkong kemarin (29/9).

Harga produk tersebut jauh lebih tinggi ketika dipasarkan di Hongkong.

Untuk satu besek dijual 17 Dollar Hongkong (HKD) atau sekitar Rp 33.000.

Padahal kalau dijual di pasar lokal, harga tapai singkong tersebut sekitar Rp 5.000 dan Rp 10.000.

Tidak hanya tapai singkong, dia juga memproduksi tapai ketan hitam.

Harganya pun tidak jauh beda.

Sekitar Rp 5.000 dan Rp 10.000.

Sedangkan ketika dijual di Hongkong, harganya menjadi 45 HKD atau senilai Rp 87.000.

Dia menyebutkan, dalam satu hari, dia bisa mengolah sekitar 70-80 kilogram singkong.

Selain dari kebun milik orang tuanya, bahan baku singkong juga diperoleh dari pemasok lainnya.

Sebab, singkong di kebun tersebut tidak dapat mencukupi kebutuhan produksi hariannya.

Singkong tersebut kemudian dikupas dan dipotong-potong sambil dibersihkan.

Ketika sudah bersih, dia melanjutkan, singkong tersebut dikukus dan diberi ragi.

“Daya tahan singkong berbeda-beda sesuai kemasannya. Kalau dikemas di thinwall, proses fermentasinya lebih cepat, karena tertutup rapat. Sedangkan kalau di besek, sekitar 3-4 hari di suhu ruang dan sekitar 1 bulan di kulkas,” ucap Kasrodin. (yun/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Berhasil #Ngajum #pasar hongkong #malang #menembus #tape