TUMPANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang perlu memeriksa kondisi pohon-pohon, terutama di tepi jalan.
Hal itu perlu dilakukan untuk meminimalkan bahaya pohon tumbang.
Senin lalu (13/1) pohon setinggi 5 meter di Jalan Raya Desa Malangsuko, Kecamatan Tumpang tumbang.
Tumbangnya pohon angsana berdiameter sekitar 45 sentimeter itu nyaris menimpa bangunan rumah dan tiang penerangan jalan umum (PJU).
”Kejadiannya dekat proyek bangunan. Untungnya tidak sampai mengenai dan merobohkan tiang lampu jalan yang ada di sebelahnya,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan kemarin (14/1).
Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 17.45.
Hasil asesmen menunjukkan bahwa pohon yang tidak terlalu tua tersebut tumbang karena faktor cuaca.
”Memang waktu kejadian cuacanya sedang hujan deras disertai angin. Ditambah lagi akar dari pohon itu juga lapuk, sehingga tidak kuat menahan terpaan angin,” papar Sadono.
Pemdes Malangsuko dan BPBD Kabupaten Malang langsung melakukan pembersihan.
Satu jam kemudian, semua sudah bersih.
Akses jalan desa normal kembali.
Dengan tumbangnya pohon sangsana tersebut, BPBD mencatat dua kali pohon tumbang dalam dua pekan.
Sebelumnya, pohon tumbang di Dusun Dadapan Wetan, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon pada 6 Januari lalu.
Pohon beringin setinggi 15 meter dan diameter 100 sentimeter itu tumbang menutupi jalan dusun.
Tumbangnya beringin itu karena tanah di sekitarnya longsor.
Juga akibat hujan deras beberapa hari sebelumnya.
Hingga kini, BPBD masih dalam tahap tanggap bencana hidrometeorologi sampai April depan.
Pohon tumbang menjadi salah satu kebencanaan yang mendapat perhatian khusus.
Selain banjir, tanah longsor dan angin kencang.
”Tahun lalu di Tumpang ada 2 kejadian pohon tumbang, sementara Pujon tidak ada kejadian,” sebut Sadono.
Berdasar data tahun lalu, beberapa kecamatan masuk kategori rawan pohon tumbang.
Selain Tumpang, daerah rawan lainnya adalah Kecamatan Dau, Gondanglegi, Jabung, Kepanjen, Lawang, Ngantang, Ngajum, Pagak, Pakisaji, Singosari, Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Sumberpucung, Tajinan dan Tirtoyudo.
”Kepanjen paling banyak kejadian dengan tujuh kali pohon tumbang,” tandas dia. (biy/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana