MALANG KOTA - Sebanyak enam kios semipermanen di Jalan Ki Ageng Gribig Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, hangus dilalap api. Kebakaran itu terjadi pada Rabu malam (9/4), sekitar pukul 22.04.
Berdasar keterangan saksi mata, api muncul akibat korsleting listrik di salah satu kios.
Salah seorang saksi mata bernama Deva Rangga, warga Kelurahan Sawojajar, mengatakan bahwa malam itu dia sedang dalam perjalanan pulang sehabis memancing bersama temannya.
Saat melewati Jalan Ki Ageng Gribig, dia melihat percikan api berkali-kali dari dalam kios pedagang es kelapa.
“Saya bersama teman-teman berhenti sekitar 10 meter dari kios itu untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi,” terang Deva.
Awalnya, api yang membakar kios pedagang es kelapa tampak tidak terlalu besar.
Sementara semua kios di kawasan tersebut sudah besar.
Deva sempat berinisiatif memadamkan api bersama warga sekitar dengan alat seadanya.
Namun, api malah membesar hingga keluar kios dan menyambar spanduk serta kabel listrik.
Sesaat kemudian api malah menyebar ke kios penjual sate di sebelah kiri kios es kelapa.
Sebenarnya warga sempat berhasil memadamkan api yang menyambar kios sate.
Tapi, api dari dalam kios es kelapa terus besar.
Mereka baru melaporkan kejadian tersebut ke UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang setelah api tidak lagi bisa ditangani.
Hanya dalam hitungan menit, api yang sudah telanjur besar melahap enam kios yang ratarata berukuran 15 meter persegi.
Ada yang ditempati bengkel las, angkringan, kios buah, dan konter pulsa. Seluruhnya hangus terbakar.
Tim damkar tiba di lokasi kejadian saat api sudah menyebar ke enam kios.
Api cepat menyebar lantaran sebagian besar bangunan kios terbuat dari kayu.
“Kami mengerahkan enam unit mobil damkar ke lokasi kejadian,” ujar Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang Agoes Soebakti.
Proses pemadaman api membutuhkan waktu sekitar 43 menit.
Tim damkar menggunakan 12.000 liter air untuk memadamkan api yang membakar kawasan seluas 60 meter persegi itu.
“Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat korsleting listrik.
Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 75 juta,” terang Agoes. (wb1/fat)
Editor : A. Nugroho