Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pembacaan Mantra Hari Waisak di Vihara Arga Pura Kabupaten Malang Lebih Panjang

Mahmudan • Senin, 12 Mei 2025 | 16:33 WIB
Pengurus Vihara Arga Pura di Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari memperlihatkan altar perayaan Hari Raya Waisak. Ritual perayaan Waisak kali ini terasa lebih spesial. (AKHMAD RIYADH /RADAR KANJURUHAN)
Pengurus Vihara Arga Pura di Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari memperlihatkan altar perayaan Hari Raya Waisak. Ritual perayaan Waisak kali ini terasa lebih spesial. (AKHMAD RIYADH /RADAR KANJURUHAN)

WONOSARI – Hari ini (12/5) umat Buddha merayakan hari Waisak.

Tahun ini, ritual perayaan Waisak di Vihara Arga Pura, Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari lebih spesial dibanding sebelum-sebelumnya.

Hal itu akan terlihat dalam ritual puja bakti.

Ritual pembacaan mantra lebih panjang dari sebelumnya.

Pemimpin Puja Bakti Vihara Arga Pura aliran Madhatantri Samat menjelaskan, untuk memperingati Trisuci Waisak tahun ini, ia akan membacakan mantra Hati Buddha Sakyamuni sebanyak 324 kali.

”Biasanya hanya 108 kali, tapi untuk tahun ini akan lebih banyak. Tujuannya agar umat lebih banyak renungan,” ujar Samat di sembari menunjukkan altar untuk ritual kemarin.

Selain membacakan mantra hati buddha, Samat juga akan memimpin pembacaan mantra-mantra lainnya, seperti mantra hati mahaguru lian sheng, mantra hati mahadewi yao ce cinmu, dan mantra hati Buddha tuo pho rulai.

”Mantra lainnya dibacakan sebanyak 108 kali,” terang Samat.

Selain itu, dia mengatakan, ada juga mantra pereda bencana dan mantra dewa bumi yang dibacakan sebanyak 21 kali.

Ritual sakral tersebut akan dimulai pukul 10.00.

Nantinya ia akan memimpin sebanyak 35 umat ibadah.

”Jumlah tersebut didapat dari jumlah umat dari dua Vihara di kecamatan Wonosari,” terangnya.

Para umat Buddha juga akan membawa persembahan untuk dewa.

Persembahan tersebut akan diletakkan di depan altar utama.

Jamuan tersebut terdiri atas buah-buahan serta minuman.

Acara akan dimulai dengan puja bakti, kemudian dilanjutkan ceramah keagamaan dan ditutup dana paramita.

”Nantinya saya juga memimpin detik-detik Waisak yang diperkirakan akan terjadi pukul 23.55,” kata Samat.

Dari ritual keagamaannya itu dia berharap seluruh umat Buddha dapat hidup rukun, aman dan tenteram, serta selalu mendapatkan kemudahan.

”Saya berharap kehidupan manusia di Indonesia menjadi damai dan rukun, serta angka kejahatan menurun drastis,” pungkas Samat. (yad/dan)

Editor : A. Nugroho
#hari raya #Waisak #sakral #buddha #Kabupaten Malang #mantra #vihara