Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bidang Bina Marga Pemerintah Kabupaten Malang Tempati Peringkat Enam Nasional

A. Nugroho • Sabtu, 13 Desember 2025 | 19:02 WIB
Ilustrasi Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga.
Ilustrasi Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga.

KEPANJEN - Prestasi Pemkab Malang bertambah. Kamis lalu (11/12), pemkab berhasil meraih peringkat keenam dalam penilaian kinerja pemerintah daerah bidang kebinamargaan tingkat nasional untuk jenjang kabupaten. Penghargaan tersebut diberikan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI.

 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma menyampaikan, Kabupaten Malang menjadi satu-satunya daerah di Jawa Timur yang masuk nominasi sembilan besar. Sementara se-Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kabupaten Malang masuk tiga besar.

 

Hingga akhirnya mendapat peringkat keenam secara nasional. ”Penghargaan itu kami terima salah satunya karena kami memiliki anggaran rutin di luar belanja modal,” ujarnya. Anggaran tersebut untuk program sapu lobang (salob) jalan-jalan yang berlubang. Penggunaannya pun tepat guna. Sehingga jalan yang masih layak tidak di-overlay ulang.

 

Itu sesuai dengan arahan pemerintah pusat untuk memanfaatkan anggaran dengan efektif dan efisien. Pihaknya juga selalu responsif. Itu dibuktikan dengan adanya layanan command center. Sehingga semua pengaduan masyarakat langsung masuk ke command center tersebut untuk segera dilakukan penanganan.

 

Inovasi juga terus dilakukan DPUBM dalam menangani jalan rusak. ”Salah satunya dengan menggunakan cold mix asphalt (aspal dingin), sehingga tim kami bisa tetap bekerja meskipun cuaca tidak mendukung,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.

 

Perencanaan anggaran pelaksanaan kegiatan juga menjadi aspek penilaian. Misalnya penyerapan anggaran yang dilakukan setiap triwulan. Sehingga tidak menumpuk pada akhir tahun. Oleh karena itu, pada pertengahan Desember ini, serapan anggaran DPUBM sudah sekitar 90 persen.

 

”Kami juga punya laboratorium uji yang sudah bersertifikat akreditasi ISO 17025:2017 yang dikeluarkan Komite Akreditasi Nasional (KAN),” kata pria yang akrab disapa Oong tersebut. Artinya, kompetensi laboratorium uji itu mendapat pengakuan berstandar. Selain itu juga menjadi jaminan bahwa hasil pengujian laboratorium memiliki kualitas dan keandalan tinggi.

 

Akreditasi diberikan terhadap beberapa lingkup pengujian. Antara lain pengujian kuat tekan beton silinder, kubus, mortar, hammer test, dan analisis saringan. Dengan demikian, kualitas laboratorium sebagai rujukan bagi berbagai proyek pembangunan. Baik internal Kabupaten Malang maupun mitra eksternal. (yun/by)

Editor : A. Nugroho