PUJON – Dalam sepekan, Pujon sudah tiga kali diterjang longsor. Setelah tembok penahan tahan (TPT) di Bendosari ambrol pada (13/1) dan ruas jalan di Sukomulyo pada (14/1), Senin lalu (19/1) kembali diterjang bencana serupa.
Lokasinya di Dusun Cukal, Desa Bendosari dan Dusun Mbiyan, Desa Sukomulyo. Pagar fasilitas umum (fasum) rusak dan satu rumah terendam. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, banjir terjadi sekitar pukul 17.00.
Banjir meluap dari gorong-gorong di Dusun Cukal. “Air banjir juga luapan dari Sungai Sereng yang masuk ke gorong-gorong. Dalam identifikasi kami, gorong-gorong tersumbat sampah sehingga air meluap di jalan,” kata dia kemarin.
Luapan air tersebut membuat tebing di sana longsor. Teridentifikasi ada 3 titik longsor dengan dimensi beragam. Titik longsor pertama sepanjang 5 meter, lebar 4 meter dan tinggi 7 meter. Titik longsor kedua sepanjang dan lebar 3 meter dan tinggi 7 meter. Titik longsor terakhir dimensi longsoran panjang dan lebar 3 meter, tinggi 7 meter.
Sadono menyebut ada sejumlah fasilitas yang rusak. “Dinding halaman belakang SMPN 4 Satu Atap Bendosari roboh. Juga dinding pada tepi saluran gorong-gorong,” katanya. ”Ada juga satu rumah warga atas nama Wirawan, rusak di halaman belakangnya,” tambahnya.
Selain Bendosari, longsor juga melanda Dusun Mbiyan, Desa Sukomulyo. Lokasi tepatnya di jalan penghubung antara Desa Pujon Kidul dengan Desa Sukomulyo. Tebing setinggi setinggi 30 meter ambrol.
Diduga akibat guyuran hujan, sehingga tanah tidak mampu menampung air. “Separo jalan sempat tidak bisa digunakan. Tapi sampai sore hari kemarin (20/1), proses pembersihan sudah selesai,” kata Sadono. (biy/dan)
Editor : Aditya Novrian