KABUPATEN - Kandang ayam dengan tinggi 12 meter dan panjang 50 meter di Dusun Pijiombo, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari ambruk kemarin pagi (24/2) sekitar pukul 09.00.
Saat bersamaan, ada 10 pekerja yang sedang memanen ayam. Lima orang berhasil menyelamatkan diri, tiga lainnya mengalami luka-luka.
Sementara dua pekerja dikabarkan meninggal dunia. Tiga pekerja yang mengalami luka ringan yaitu Roni Teguh, 30, Yanto, 36, dan Yanuar Firmansyah, 31.
Sementara korban meninggal karena tertimpa sekam dan runtuhan kandang bernama Riyan Hannani, 24, warga Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Serta Tomas Radison, 21, warga Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang.
Mereka merupakan pekerja lepas yang membantu ketika panen di kandang. Proses pencarian korban juga cukup memakan waktu. Sebab tempat kejadian tertimbun oleh sekam dan kotoran ayam dari dua lantai.
Proses evakuasi korban terakhir bernama Thomas memakan waktu hingga tiga jam. Sebelum akhirnya ditemukan meninggal tertimbun sekam dan kotoran sekitar pukul 12.30.
”Tidak ada bunyi bangunan bergeser atau tanda-tanda kandang miring sebelumnya, tiba-tiba langsung ambruk saja,” ujar Cahyono, Kepala Kandang Ayam yang ambruk itu.
Beban dari kandang berisi 25 ribu ekor ayam itu juga sudah jauh berkurang. Sebab, sebelumnya ada 7,5 ton ayam yang sudah dipanen.
Dari segi bangunan, Cahyono menyebut bahwa kandang ayam itu masih cukup kokoh. Rangkanya terbuat dari besi dan umur bangunan baru tiga tahun. Pihaknya juga tidak menyangka kandang itu ambruk saat beban ayam sudah jauh berkurang.
Sementara kondisi cuaca di Kecamatan Wonosari juga cukup stabil. Meski tiap hari hujan, intensitasnya tidak terlalu deras dan tidak disertai angin kencang.
Kini, sisa ayam di kandang yang masih hidup sekitar enam ribuan ekor. Dari total awal 17 ribu setelah dipanen.
Saat ditelusuri BPBD.Kabupaten Malang dan Polsek Wonosari, rupanya plengsengan di bagian belakang sebelah utara kandang lah yang pertama kali ambles. Itu menyebabkan separo lebih bagian kandang ambruk total.
”Diduga karena kapasitas kandangnya berlebih. Sebab, meski ayam sudah berkurang tapi masih ada beban dari sekam dan kotoran yang jarang dibersihkan,” ujar Kapolsek Wonosari AKP M. Budiono.
Saat ini Polsek Wonosari masih mamanggil Cahyono selaku kepala kandang untuk dimintai keterangan. Pihaknya masih mendalami dugaan kelalaian pemilik kandang dan kepala kandang terkait beban kandang yang berlebih.
Sementara itu, dua korban meninggal dibawa ke RSUD Kanjuruhan untuk autopsi. Sementara tiga korban luka masih dirawat di Puskesmas Wonosari. (aff/by)
Editor : A. Nugroho