KEPANJEN – Hujan disertai angin kencang yang menumbangkan pohon sekaligus longsor akhir Februari lalu, berpotensi terulang. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, cuaca ekstrem masih mengintai Bumi Kanjuruhan. Selama 10 hari ke depan berpotensi hujan deras yang berisiko bencana hidrometeorologi.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Juanda Taufiq Hermawan menjelaskan, potensi cuaca ekstrem terlihat hampir di seluruh Jawa Timur (Jatim), termasuk Malang Raya. Hal itu merupakan tanda sebagian wilayah Jatim mulai memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.
”Diperkirakan dalam 10 hari ke depan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat,” ujar Taufik kemarin (2/3). ”Mengakibatkan terjadinya bencana seperti banjir baik genangan maupun banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, putting beliung, serta hujan es,” tambah Taufik.
Semuanya itu sebagian diawali dengan hujan intensitas sedang hingga lebat. Wilayah dengan topografi curam, bergunung, memiliki banyak tebing dirasakan lebih rentan terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem.
Taufik menjelaskan, intensitas hujan di Malang Raya diprediksi dalam kategori menengah, kisaran 201-300 milimeter. Tapi untuk sebagian kecil wilayah Malang barat seperti wilayah Pujon, Ngantang, dan Kasembon diguyur curah hujan tinggi. Kisaran 301-400 milimeter. Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di Lawang.
Fenomena tersebut tak lepas dari beberapa gejolak di atmosfer. Di antaranya gangguan gelombang atmosfer Madden Jullian Oscillation (MJO), Low Frequency dan Gelombang Rossby yang akan melintasi Jatim. Suhu muka laut di perairan selatan Jatim masih signifikan serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan konvektif.
“Semua berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang,” ujar Taufik. Terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan bahwa potensi cuaca buruk tersebut bisa saja terjadi atau tidak.
“Dinamika di luar masih bisa berubah. Jadi anomali cuaca dalam bentuk apa pun bisa saja terjadi,” kata dia. Pada 28 Februari hingga 1 Maret, sudah banyak bencana melanda Bumi Kanjuruhan. Total ada 9 bencana yang tersebar di seluruh Kabupaten Malang. Rinciannya, terdiri atas empat longsor, dua banjir, dan tiga pohon tumbang. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho