Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada Wabah Campak, 102 Anak Terinfeksi dan Menyebar di 39 Puskesmas

A
Penulis: Aditya Novrian❯

Wabah campak mulai menyebar di Kabupaten Malang. (Freepik)
Wabah campak mulai menyebar di Kabupaten Malang. (Freepik)


Advertisement

KEPANJEN – Bagi Anda yang mempunyai balita, pastikan mendapat imunisasi lengkap. Sebab jika tidak, terancam kena penyakit seperti campak. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mengungkap ada 102 anak terjerat campak dalam dua bulan terakhir.

Mayoritas anak yang teridentifikasi campak belum menerima imunisasi lengkap. “Campak ditemukan menyebar di 39 puskesmas,” ujar Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kabupaten Malang Suyatno beberapa waktu lalu.

Campak terjadi karena infeksi morbillivirus. Virus tersebut dapat menular dengan mudah melalui droplets dari mulut dan hidung penderita campak. Biasanya dipicu batuk, bersin, atau berbicara.

Advertisement

Sebagai informasi, campak ditandai dengan demam, sakit tenggorokan, mata berair dan kemerahan (konjungtivitis), dan bintik putih di dalam mulut. Ruam yang muncul mulanya berupa bintik-bintik merah kecil, kemudian menyatu hingga ukurannya membesar. Ruam bisa bertahan selama 5–7 hari.

Campak dapat sembuh dalam beberapa hari tanpa pengobatan. Namun untuk membantu meredakan gejala, penderita sebaiknya banyak minum air putih agar tidak mengalami dehidrasi. Bagi penderita bayi dapat mengonsumsi ASI yang cukup serta beristirahat.

“Mengonsumsi makanan yang bergizi dan mudah ditelan juga efektif untuk menangani campak,” kata Yatno.

Advertisement

Bagi yang belum pernah menerima imunisasi campak sangat dianjurkan untuk mendapat vaksin campak dalam waktu 72 jam setelah gejala muncul. Tujuannya untuk meredakan gejala dan mempercepat proses penyembuhan. “Pemberian vitamin A pada anak yang memiliki gejala campak juga perlu dilakukan,” imbuhnya.

Untuk mencegah penyakit campak, dia melanjutkan, masyarakat dianjurkan mendapat imunisasi campak. Imunisasi tersebut dilakukan sesuai jadwal, yakni saat anak berusia sembilan bulan, 18 bulan, serta usia sekolah kelas 1 SD atau sederajat. Vaksin campak tetap dapat diberi kepada orang dewasa yang belum mendapatkan vaksin sama sekali. Dosisnya dua kali pemberian, dengan jeda 28 hari antara dosis pertama dan dosis selanjutnya.

Selain tindak pencegahan sebelum ada wabah, dia mengatakan, penularan campak dapat dicegah dengan melakukan isolasi mandiri ketika sudah terinfeksi. Isolasi dilakukan sejak gejala muncul hingga 4 hari setelah ruam timbul.

Selama menjalani perawatan, penderita campak dan orang yang merawatnya disarankan tidak berbagi peralatan makan dan perlengkapan mandi. Sebab, campak dapat menular droplets penderita. Selain itu, lanjutnya, rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menutup hidung dan mulut ketika batuk atau bersin dengan lengan atau tisu.(yun/dan)

 

Disunting kembali oleh Intan Nurlita Dewi

Advertisement

Artikel Terkait

Tiga Bulan, 43 Ribu Pelajar di Kota Malang Jadi Sasaran Imunisasi

Tiga Bulan, 43 Ribu Pelajar di Kota Malang Jadi Sasaran Imunisasi

Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) kembali digelar secara serentak mulai Agustus sampai November mendatang. Tahun ini, ada lebih dari 43 ribu pelajar di Kota Malang yang menjadi sasaran imunisasi.

Kondisi Korban Dugaan Kekerasan oleh Kepala SMPN 18 Malang Dipantau Langsung Puskemas

Kondisi Korban Dugaan Kekerasan oleh Kepala SMPN 18 Malang Dipantau Langsung Puskemas

Pemkot Malang menugaskan Puskesmas mendampingi korban dugaan kekerasan di SMPN 18 Malang. Guru hingga penjaga sekolah juga diminta mengikuti pembinaan.

Peringati Hari Lanjut Usia Nasional, Puluhan Lansia Hipertensi Ikuti Kelas Sehat di Ciptomulyo Kota Malang

Peringati Hari Lanjut Usia Nasional, Puluhan Lansia Hipertensi Ikuti Kelas Sehat di Ciptomulyo Kota Malang

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) dimanfaatkan sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran kesehatan para lansia. Sebanyak 50 lansia dengan riwayat hipertensi mengikuti Kelas Lansia yang digelar di Puskesmas

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer