
MALANG KOTA - Sebanyak 572 kasus positif campak sudah ditemukan di Indonesia. Untuk mencegah pertambahan kasus, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyerukan 6 langkah pencegahan.
Pertama, kejar imunisasi. Itu untuk melengkapi imunisasi rutin yang tertinggal. Terutama campak-rubella bagi setiap anak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun. Tak hanya anak-anak, tenaga kesehatan juga harus dipastikan sudah mendapat imunisasi MR (measles-rubella)/MMR (measles-mumps-rubella).
Kedua, penguatan kapasitas dan ketersediaan fasilitas laboratorium diagnostik campak-rubella. Diagnosis campak umumnya bisa ditegakkan. Yakni diawali dengan masa prodromal (fase awal sebelum terjadi gejala utama). Ditandai dengan demam, konjungtivis, pilek, dan batuk pada individu rentan.
Gejala lainnya berupa bercak koplik yang khas dengan campak. Bercak itu biasanya muncul 1-2 hari sebelum timbulnya ruam. Sementara ruam sendiri muncul 2-4 hari setelah demam di area kepala lalu menyebar ke tubuh dalam 3-4 hari.
Untuk memastikan beberapa gejala itu, masyarakat bisa melakukan deteksi IgM (Immunoglobulin M) campak. Bisa juga dengan pemeriksaan PCR RNA virus campak dan pemeriksa genotipe virus campak.



