
MALANG KOTA, RADAR MALANG – Kolestrol merupakan salah satu komponen dalam membentuk lemak. Secara umum, kolestrol berfungsi untuk membangun dinding dalam sel (membran sel). Ia juga berperan penting dalam memproduksi hormon seks, vitami D, serta menjalankan fungsi saraf dan otak.
Namun, jika kadar kolestrol dalam tubuh darah tinggi memicu risiko terjadinya penyakit arteri koroner. Oleh karena itu, saat momen lebaran kadar kolestrol sering meningkat karena asupan makanan yang tidak tepat.
Umumnya kolestrol berasal dari lemak hewani, seperti daging kambing dan telur, lemak nabati, yakni santan dan minyak kelapa, serta lemak jenuh yang terkandung dalam mentega dam minyak sawit.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Restyani (2015), lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolestrol.
Sementara, saat lebaran sebagian orang cenderung membalaskan dendam untuk makan sepuasnya. Mereka merasa bebas makan apapun sehingga asupan dalam tubuh tidak terkontrol.
Berikut tiga penyebab kolestrol naik setelah lebaran.
1. Makan Tidak Terkontrol
Hari Raya Idulfitri seperti dianggap sebagai cheat day setelah menjalani puasa satu bulan penuh. Hal ini yang membuat individu tidak mengontrol asupan makanannya. Namun, makanan dan minuman yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans dapat memicu kenaikan kolestrol.
Kurangi mengonsumsi rendang, opor ayam, serta makanan bersantan lainnya yang dapat membuat kadar kolestrok menukik.
2. Sindrom Metabolik
