Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terminal Arjosari Berlakukan Cek Kesehatan untuk Sopir

N
Penulis: Nabila Amelia❯
RUTIN: Salah satu sopir menjalani cek kesehatan yang digelar Terminal Tipe A (TTA) Arjosari, kemarin. 
RUTIN: Salah satu sopir menjalani cek kesehatan yang digelar Terminal Tipe A (TTA) Arjosari, kemarin. 

Advertisement

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Mulai Agustus 2026, sopir bus di sejumlah terminal wajib mengikuti cek kesehatan. Salah satunya di Terminal Tipe A (TTA) Arjosari. Itu dilakukan dalam rangka meminimalkan kondisi tertentu selama mengemudi.

Kepala TTA Arjosari Mega Perwira Donowati mengatakan, pelaksanaan cek kesehatan sudah dimulai pekan lalu. ”Cek kesehatan berlaku untuk sopir bus AKDP maupun AKAP,” kata dia. Satu per satu sopir bus pun dicek.

 

Advertisement

DIMULAI PEKAN LALU: Salah satu sopir bus mendapat pengecekan kesehatan dari petugas medis di Terminal Tipe A Arjosari, kemarin.
DIMULAI PEKAN LALU: Salah satu sopir bus mendapat pengecekan kesehatan dari petugas medis di Terminal Tipe A Arjosari, kemarin.

Mekanismenya, sopir wajib melakukan cek kesehatan di setiap perjalanan. ”Sebagai contoh untuk sopir bus AKDP kan biasanya melakukan 3 sampai 4 kali perjalanan. Nah, mereka wajib cek kesehatan pada awal perjalanan,” terang Mega.

Sementara untuk sopir bus AKAP yang melakukan perjalanan malam, maksimal melakukan cek kesehatan pukul 15.00. Menurut Mega, posko untuk cek kesehatan sopir dibuka mulai pukul 07.30 sampai 16.00.

Advertisement

Mega melanjutkan, ada beberapa kondisi yang dicek dari sopir. Yakni tensi, berat badan, dan wawancara terkait kondisi sopir.

”Namun sejauh ini tidak ada kondisi khusus yang ditemukan dari para sopir. Mungkin karena kami sudah melakukan sosialisasi secara masif,” imbuhnya. Misalnya saja, dari 10 sopir yang dicek, ada 9 sopir yang sehat. Sisanya sebanyak satu sopir dengan catatan atau memiliki riwayat penyakit tertentu, tapi rutin mengonsumsi obat.

Mega menyebut, jika tidak memenuhi syarat, para sopir tidak boleh berangkat. Ada beberapa kondisi yang membuat sopir dilarang berangkat seperti demam dan dalam pengaruh alkohol. ”Alternatifnya yang menyetir harus sopir pengganti,” tegasnya.

Program cek kesehatan itu, ucap Mega, dilakukan setiap hari. Rencananya sampai Februari 2027. Namun ada kemungkinan berlanjut dengan menyesuaikan ketersediaan tenaga kesehatan.

Sebagai informasi, tenaga kesehatan yang melakukan cek kesehatan kepada para sopir adalah mereka yang mengikuti magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI. ”Jika magang berlanjut, cek kesehatan akan berlangsung untuk batch berikutnya. Kalau yang sampai Februari itu batch pertama,” tutur Mega.

Advertisement
Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

Bangkitkan Perekonomian, Upayakan Terminal Tipe C Arjosari Jadi Titik Keberangkatan Bus Trans Jatim

Bangkitkan Perekonomian, Upayakan Terminal Tipe C Arjosari Jadi Titik Keberangkatan Bus Trans Jatim

Jika Terminal Tipe C Arjosari resmi menjadi origin destination Bus Trans Jatim, akan ada sejumlah penyesuaian yang dilakukan.

Warga Sukun Meninggal di Terminal Arjosari, Polisi Temukan Ini di Tas

Warga Sukun Meninggal di Terminal Arjosari, Polisi Temukan Ini di Tas

Seorang warga asal Jalan Bandulan, Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun, ditemukan meninggal mendadak di Terminal Arjosari pada Selasa (14/7). Warga tersebut bernama Adi Christ Edwin, 51.

Usulkan Terminal Tipe C Arjosari Jadi Titik Henti Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya

Usulkan Terminal Tipe C Arjosari Jadi Titik Henti Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya

Rencana penambahan koridor dua Bus Trans Jatim terus dimatangkan. Salah satunya yakni menentukan titik henti bus jika koridor dua jadi mengaspal dari Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang sampai Kelurahan Arjosari,

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer