Muncul Modus Narkotika Dicampur Cairan Vape di Kota Malang

MALANG KOTA –RADAR MALANG- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang terus mewaspadai berbagai pola penyalahgunaan narkoba. Salah satu yang menjadi sorotan adalah penyalahgunaan zat terlarang yang merambah ke cairan rokok elektrik. Sempat ada temuan liquid untuk vape dicampur zat adiktif.
Pola penyalahgunaan tersebut mulai menjadi perhatian BNN Kota Malang karena menyasar sejumlah kalangan. Mulai dari mahasiswa hingga pekerja. Kepala Tim Pencegahan BNN Kota Malang Lupi Chandrasetya menyebut, sabu dan ganja masih menjadi jenis narkotika yang banyak ditemukan dalam 11 kasus penangkapan sampai bulan Oktober 2026.
Sedangkan terkait, penyalahgunaan melalui cairan vape yang dicampur zat tertentu. Berdasar informasi yang diterima petugas BBN Kota Malang, cairan tersebut dibeli secara terpisah, kemudian diracik sendiri oleh penggunanya. ”Vape itu hanya medianya. Yang dipakai sebenarnya cairan yang sudah dicampur itu. Jadi, mereka membeli liquid sendiri secara terpisah, kemudian dicampur sendiri” jelasnya.
Salah satu zat yang ditemukan dalam cairan vape tersebut adalah etomidate yang merupakan turunan dari narkotika. Zat yang memiliki efek anestesi itu dapat disalahgunakan melalui campuran cairan rokok elektrik. Tren penggunaan cairan vape tersebut diperkirakan mulai marak sekitar dua tahun terakhir.
”Ini trennya masih baru, sudah ada penangkapan pengedarnya, tapi belum ada yang sampai ke tahap rehabilitasi” ujarnya. Sementara itu, pola penyalahgunaan yang sering ditemukan pada kalangan pelajar adalah melalui konsumsi pil tertentu atau obat-obat di warung yang kemudian dicampur minuman beralkohol. Ada juga dengan menghirup bensin untuk mendapatkan efek memabukkan.
Karena itu, BNN Kota Malang memperkuat upaya pencegahan sejak usia sekolah, terutama jenjang SMP dan SMA. Edukasi dilakukan dengan mendatangi sekolah secara langsung, bukan sekadar melalui sosialisasi massal. Pihaknya, langsung melakukan edukasi di hadapan para siswa agar proses sosialisasi lebih maksimal.
BNN juga mendorong pembentukan teman sebaya yang dibekali kemampuan untuk mendengarkan dan memahami persoalan yang dihadapi teman sebayanya. Salah satu tujuannya, supaya tak menggunakan zat terlarang sebagai pelampiasan saat ada persoalan. ”Kami tarik mundur pencegahannya. Kalau yang banyak tersangkut sudah mahasiswa dan pekerja, berarti penguatan sejak SMP dan SMA harus lebih digencarkan,” ujarnya. (nj3/gp)



