RADAR MALANG - Bila kamu memiliki gangguan tidur, kamu mungkin kerap mendengar melatonin. Melatonin adalah salah satu obat tidur dengan berbagai bentuk dan pilihan dari kaplet, hingga teh dan permen kenyal.
Namun, tahukah kamu kalau melatonin sebenarnya merupakan hormon yang diproduksi kelenjar dalam otak, khususnya pada malam hari, yang berfungsi untuk membantu tubuh untuk terlelap.
Suplemen melatonin tersebut memiliki fungsi utama untuk menyuplai hormon tersebut apabila tubuh mengalami sulit tidur akibat kurangnya produksi hormon melatonin pada otak.
Produksi hormon melatonin secara alami dapat terhambat akibat beberapa faktor, seperti kondisi tubuh yang masih aktif, sensitivitas terhadap cahaya, hingga radiasi elektromagnetik.
Orang-orang dengan masalah tidur seperti insomnia, berubahnya jam dan pola tidur yang tidak teratur, hingga jet lag dan delayed sleep-wake phase syndrome dapat dianjurkan untuk mengkonsumsi suplemen melatonin.
Di masa sekarang, telah banyak beredar suplemen hormon melatonin yang dibuat dari bahan sintetis, bagi beberapa orang yang memiliki masalah dengan tidurnya.
Meski telah banyak beredar di pasaran, bukan berarti kamu bisa mengonsumsi suplemen melatonin secara sembarangan.
Bila kamu memiliki masalah tidur, disarankan untuk merubah gaya hidup terlebih dulu, kebiasaan seperti pola tidur yang tidak teratur serta konsumsi kafein yang berlebihan bisa menyebabkan gangguan tidur yang signifikan.
Selain itu, tidak semua orang cocok dengan suplemen melatonin, sehingga perlu dikonsultasikan dengan dokter bila memiliki penyakit bawaan atau bila gangguan tidur masih berlanjut.
Walaupun suplemen melatonin berguna dan telah beredar bebas, masih perlu perhatian khusus untuk mencegah adanya efek samping, dengan konsumsi sesuai dengan dosis yang dianjurkan diikuti dengan pendampingan dokter bila masalah tidur masih berlanjut. (Hilmy Aksyam Dhafi)
Editor : Aditya Novrian