RADAR MALANG - Suntik DNA salmon adalah prosedur medis yang melibatkan penyuntikan serum atau ekstrak DNA dari ikan salmon ke bawah permukaan kulit. Ekstrak DNA ini biasanya diambil dari sperma ikan salmon, yang kaya akan bahan aktif seperti Asam Hialuronat murni dan Polinukleotida.
Prosedur kecantikan ini diyakini efektif dalam menangani berbagai masalah kulit serta mengurangi tanda-tanda penuaan dini. Manfaatnya antara lain adalah mengurangi garis-garis halus, menghilangkan flek hitam, dan menyamarkan kerutan di bawah mata serta meremajakan kulit.
Metode yang dilakukan saat menyuntikkan salmon DNA ke dalam kulit ialah metode mesoterapi. Langkah pertama dalam prosedur ini adalah membersihkan kulit dan mengoleskan krim anestesi untuk mengurangi rasa tidak nyaman.
Selanjutnya, serum DNA salmon disuntikkan ke dalam kulit menggunakan jarum mikro dalam proses yang dikenal sebagai mikroinjeksi. Treatment ini bertujuan untuk mengatasi masalah kulit yang terkait dengan penuaan, seperti hilangnya elastisitas dan penurunan produksi kolagen.
Dengan melakukan treatment DNA salmon kondisi-kondisi tersebut dapat dicegah serta mampu membuat kulit tetap kencang dan sehat seiring bertambahnya usia. Dengan demikian, suntik DNA salmon menjadi pilihan populer untuk perawatan kulit yang lebih sehat dan tampak awet muda.
Sebelum melakukan treatment ini adakalanya memperhatikan hal-hal yang sebaiknya dihindari untuk memastikan hasil optimal dan mengurangi risiko efek samping yaitu :
- Hindari Penggunaan Obat Pengencer Darah
Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko perdarahan atau memar selama prosedur.
- Hindari Konsumsi Alkohol dan Rokok
Sebaiknya kurangi atau hindari terlebih dahulu mengkonsumsi alkohol dan rokok karena keduanya dapat mempengaruhi proses penyembuhan dan hasil perawatan.
- Jangan Gunakan Produk Eksfoliasi
Hindari produk eksfoliasi seperti scrub atau peeling yang dapat membuat kulit menjadi lebih sensitif.
- Lindungi Kulit dengan Tabir Surya
Pastikan untuk melindungi area yang akan dirawat dengan menggunakan tabir surya agar kulit tidak terpapar sinar UV secara berlebihan.
Dengan mengikuti panduan ini, hasil treatment dapat maksimal. (Raisa Amynita Kurniani Nova)
Editor : Aditya Novrian