Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dinkes Kota Malang Periksa Takjil yang Disinyalir Mengandung Zat Berbahaya

Mahmudan • Jumat, 27 Februari 2026 | 09:48 WIB

CEGAH PENYAKIT: Dua Tenaga Sanitarian Lingkungan (TSL) Puskesmas Kendalkerep melakukan pemeriksaan takjil di sepanjang Jalan Muharto (Cukam) pada Rabu sore (25/2).
CEGAH PENYAKIT: Dua Tenaga Sanitarian Lingkungan (TSL) Puskesmas Kendalkerep melakukan pemeriksaan takjil di sepanjang Jalan Muharto (Cukam) pada Rabu sore (25/2).

MALANG KOTA – Hati-hati mengonsumsi takjil. Pastikan tidak ada kandungan berbahaya. Bulan Ramadan ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang gencar menyisir sejumlah takjil di Kendalkerep, Blimbing yang disinyalir mengandung lima zat berbahaya.

Kelima kandungan berbahaya tersebut antara lain pewarna sintetis merah, metanil yellow atau pewarna sintetis kuning, boraks, formalin, dan bakteri e-coli.

Namun ada tidaknya kelima kandungan terdebut, saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Hal itu dilakukan setelah Tenaga Sanitarian Lingkungan (TSL) Puskesmas Kendalkerep mengecek sampel makanan dan minuman (mamin) di pasar takjil kawasan Cukam, Rabu lalu (25/2).

Dalam pemeriksaan itu, dua TSL Puskesmas Kendalkerep mengambil sampel mamin beberapa pedagang.

"Kurang lebih ada 15 pedagang yang kami datangi. Lalu ada delapan sampel yang kami ambil karena memiliki indikasi lima kandungan berbahaya,” sebut Veronica Indriyati, salah satu TSL Puskesmas Kendalkerep.

Kendati demikian, dia melanjutkan, sampel yang diambil tidak asal. Petugas terlebih dulu mengamati seluruh pedagang yang berjualan dari Simpang Empat Jalan Muharto sampai Jembatan Muharto.

Jika menemukan makanan maupun minuman dengan warna mencolok, mereka akan membeli untuk dijadikan sampel pemeriksaan. Selain produk yang memiliki warna mencolok, petugas juga membeli makanan siap saji seperti tempura hingga bakso yang berpotensi mengandung formalin atau borak.

Beberapa sampel yang diambil lantas dikumpulkan dan disimpan dalam cooler box kecil. Selanjutnya, sampel-sampel dibawa ke puskesmas. "Karena kegiatannya sore, biasanya kami simpan dulu di freezer. Baru kami periksa keesokan harinya. Kecuali pemeriksaan e-coli kami lakukan langsung," terang Veronica.

Veronica menyampaikan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan di dua titik pasar takjil. Yakni di pasar takjil depan SD Kesatrian IV pada 23 Februari lalu dan kawasan Cukam pada 25 Februari lalu.

”Sebenarnya pada 24 Februari lalu kami mau ke Lapangan Rampal, tapi hujan. Para penjual takjil juga tidak berjualan,” imbuh dia.

Pada hari pertama pemeriksaan di pasar takjil depan SD Kesatrian IV, pihaknya menjaring tujuh sampel. Itu didapat setelah mendatangi 20 penjual. Dari hasil pemeriksaan hari pertama, tidak ada temuan kandungan makanan berbahaya.

Namun, Veronica mengatakan, tidak menutup kemungkinan adanya kandungan-kandungan berbahaya dalam produk lain. "Kalau ditemukan lima kandungan berbahaya, kami akan memberikan pelatihan penjamah makanan dan edukasi," tegasnya.

Oleh karena itu, selama pemeriksaan produk takjil, setiap puskesmas menggandeng kelurahan. Tujuannya untuk mempermudah mengumpulkan pedagang jika nantinya ditemukan kandungan-kandungan berbahaya pada takjil.

Setelah diberi pelatihan penjamah makanan dan edukasi, para pedagang akan mendapatkan sertifikat sekaligus stiker. Itu sebagai bukti bahwa produk yang dijual sudah dicek Dinkes Kota Malang. Para pedagang pun harus membenahi produk dagangannya.

Terpisah, Lurah Jodipan Widya Dwi Wicana menambahkan, di kawasan cukam ada 40-50 pedagang pasar takjil. "Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap bisa meminimalkan pedagang yang menggunakan bahan-bahan berbahaya untuk produk takjil," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Malang drg Muhammad Zamroni mengungkapkan, pemeriksaan pasar takjil masih berlangsung hingga 27 Februari depan. Total ada 23 titik pasar takjil yang menjadi sasaran.

"Misalnya di wilayah Puskesmas Kendalkerep, ada empat titik pasar takjil. Nanti di wilayah kerja puskesmas lain berbeda-beda juga lokasinya," terang Zamroni. (mel/dan)

Editor : A. Nugroho
#Takjil #Ramadan #dinkes #malang #tsl #mamin