Mikutopia Batu Santuni 59 Anak Yatim, Awali Program Sosial Berkelanjutan

BATU – Mikutopia Batu menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim di Masjid Mikutopia, Jumat (19/6) usai pelaksanaan Salat Jumat. Sebanyak 59 anak yatim dari wilayah Desa Tulungrejo menerima santunan sekaligus kesempatan menikmati berbagai wahana permainan secara gratis.
Kegiatan ini menjadi program santunan perdana yang diselenggarakan Mikutopia sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat sekitar. Selain memberikan bantuan, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak penerima manfaat.
Manajer Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadhani, mengatakan bahwa penyelenggaraan santunan dilatarbelakangi oleh komitmen perusahaan untuk berbagi dengan masyarakat, khususnya anak yatim.
“Mikutopia merupakan wisata yang berdiri di lingkungan warga. Karena itu, kami memiliki tanggung jawab sosial untuk saling berbagi. Selain itu, ini juga menjadi momentum yang baik untuk berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim,” ujarnya.

Pada kegiatan perdana ini, penerima santunan difokuskan pada anak yatim yang berasal dari Desa Tulungrejo. Ke depan, Mikutopia berencana memperluas jangkauan program sosial tersebut hingga tingkat kecamatan apabila didukung oleh kondisi dan kemampuan perusahaan.
Selain menerima santunan, para peserta juga mendapatkan kesempatan menikmati berbagai wahana permainan yang tersedia di Mikutopia secara gratis.
“Kami memberikan santunan kepada 59 peserta. Selain itu, mereka juga dapat bermain wahana secara gratis dan berulang kali sehingga bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi mereka,” kata Panji.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial perusahaan, tetapi juga langkah awal untuk membangun program sosial yang berkelanjutan.
Panji menjelaskan, Mikutopia menargetkan kegiatan santunan anak yatim dapat menjadi agenda rutin yang dilaksanakan minimal dua kali dalam setahun.
“Ini merupakan kegiatan pertama kami. Insya Allah ke depan akan kami rutinkan dan harapannya bisa dilaksanakan minimal dua kali dalam setahun,” jelasnya.



