Kabid Pengendalian dan Penanggulangan Pencemaran Lingkungan Hidup, DLH Kota Batu Made Suardika mengatakan setiap dua kali dalam setahun pihaknya selalu melakukan Uji Udara. Lalu pengambilan samplenya dilakukan pada musim kemarau dan hujan. Pengambilan sampel mewakili dua musim yang berbeda, dan hasilnya bisa diketahui pada akhir tahun. Tetapi untuk hasil sementara dari 10 titik yang dilakukan pengujian hasilnya masih baik.
"Diantaranya di Jl Dieng Desa Sidomulyo, Pemukiman Kelurahan Sisir, TPA Tlekung, Balai Kota Among Tani, Terminal Batu dan lainnya," katanya. Contohnya dalam parameter uji udara Nitrogen Dioksida (NO2) di Jl Ir Soekarno (pertigaan pendem) hasilnya 0,93. Dengan nilai baku mutu 92,5 l1g/Nm3.Kemudian untuk TSP (debu) itu nilainya 0,0915 mg/Nm3 dari baku mutu 0,26 mg/Nm3.
Menurutnya, kondisi udara tersebut masih di bawah ambang batas atau baku mutu. Artinya, kata dia, masih bisa ditolerir karena setiap parameter udara atau air punya ambang batasnya. Selain itu, lanjut Made, pihaknya melakukan pemantauan ke lokasi-lokasi yang dianggap lebih besar tingkat pencemaran udaranya.
“Tapi justru polusi udara di kawasan itu berasal dari kendaraan bermotor. Namun dari hasil pantauan masih di bawah baku mutu,” jelasnya.
Meski begitu dia mengatakan adanya pertambahan penduduk dan pesatnya pembangunan di Kota Batu berpengaruh terhadap penurunan kualitas udara. Contohnya pada tahun 2019 dalam parameter uji udara Nitrogen Dioksida (NO2) di lokasi yang sama hasilnya 26,0. Dengan nilai baku mutu 400 l1g/Nm3.
"Kemudian untuk TSP (debu) itu nilainya 0,0340 mg/Nm3," katanya. Lalu untuk kualitas oksigen tercatat pada tahun 2020 ini rata-rata di bawah 21,42 dengan baku mutu 200 l1g/Nm3. Dan Karbon Monoksida tercatat 1,286 sampai 9,229 dengan baku mutu 22,6 l1g/Nm3.
Sedangkan untuk suhu tercatat dari 27 derajat celcius sampai 39 derajat celcius. Sedangkan pada tahun 2019, suhu di Kota Batu dari 20 titik lokasi yang disurvey dari 25 derajat celcius sampai 34 derajat celcius. "Sebelum tahun 2000 itu mungkin bisa tercatat di bawah 20 derajat celcius," katanya.
Dia mengatakan untuk menjaga kualitas udara yang baik, Pemkot Batu selalu berusaha melakukan berbagai upaya. Diantaranya merawat Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada seperti di Taman Hutan Bondas dan pohon atau taman yang ada di pinggir jalan.
"Kami DLH juga selalu melaksanakan kegiatan bersama masyarakat dengan cara penanaman pohon yang bisa menyimpan air pada musim kemarau, juga agar menjaga udara supaya tidak tercemar," katanya.
Dia mengatakan dalam waktu dekat pada bulan September mendatang, DLH memliki program penanaman 4100 bibit pohon. Mulai dari bibit sukun, bibit pulai, bibit matoa dan bibit beringin.
Pewarta: Nugraha Editor : Shuvia Rahma