Menurut Kepala Disparta Kota Batu Arief As-Siddiq, para pelaku wisata di Kota Batu harus meningkatkan pengetahuan dan motivasinya terkait pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pemasaran. “Kami ingin 44 peserta dari berbagai sektor pariwisata yang hadir ini bisa memahami manfaat teknologi digital dalam hal branding, pemasaran dan juga pentingnya fotografi,” jelasnya.
Arief menjelaskan, dengan adanya branding yang kuat maka pemasaran pada desa wisata, homestay (pondok wisata), kuliner, suvenir, fotografi dapat berkembang pesat.
Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menyoroti peranan branding dan pemasaran. Digitalisasi merupakan keniscayaan yang tidak bisa dipungkiri lagi dan sangat memiliki pengaruh dalam hal pemasaran. “Digitalisasi ini tidak hanya untuk membantu tetapi juga bisa menghancurkan. Maka dari itu penggiat pariwisata memiliki efek domino yang luar biasa,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi Kota Batu ini memang sangat mendukung untuk dunia pariwisata. Intinya, para pelaku pariwisata harus melek terhadap dunia dan kecanggihan teknologi yang semakin pesat. “Mem-branding memang penting, tapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita mampu memberikan kualitas pelayanan yang baik,” tegasnya. (ifa/lid) Editor : Mardi Sampurno