Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Penggunaan Kartu Tani Tidak Efektif untuk Petani, Lebih Suka Bayar Tunai untuk Beli Pupuk Subsidi  

Kholid Amrullah • Kamis, 21 Desember 2023 | 17:00 WIB

 

STOK ADA: Toko pupuk di  Dusun Gerdu, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji  menyediakan pupuk subsidi.
STOK ADA: Toko pupuk di Dusun Gerdu, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji menyediakan pupuk subsidi.

BATU – Penggunaan kartu tani untuk menebus pupuk bersubsidi  dirasa tidak efektif. Karena mayoritas petani enggan melakukan transaksi menggunakan kartu tani. "Penggunaan kartu tani dirasa belum tepat. Sekarang begini mau beli pupuk subsidi kenapa harus pakai kartu tani yang saldonya harus mengisi di Bank BNI," ungkap Abdul Karim, salah satu agen pupuk subsidi di Dusun Gerdu, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.

Menurut dia, petani lebih suka membayar dengan uang tunai. Selain itu jika harus menggunakan kartu tani, petani tidak mau datang ke bank hanya untuk mengisi saldo di kartu tani. "Saya dengar dari keluh kesah petani, lah apa hubungannya transaksi pakai kartu tani justru makin ribet," katanya.

Pemilik Toko Tani Makmur ini juga mengungkapkan, sering kali petani lupa PIN saat mau membayar dengan kartu tani. Belum lagi urusan sinyal yang kurang bagus. "Permasalahan yang terjadi sekarang ini yaitu terkadang ada data yang tidak sinkron terkait penyaluran pupuk subsidi. Contohnya, musim tanam pertama dapat 6 kuintal tetapi musim tanam kedua hanya dapat 10 kilogram," ucap Karim.

Menurut dia, solusi yang paling tepat untuk penebusan pupuk subsidi yaitu dengan KTP. Jadi, petani datang dari kebun menuju toko tinggal menunjukkan KTP atau fotokopi KTP.

Sementara itu, untuk harga pupuk subsidi, Karim mengatakan, sudah 2-3 bulan ini mengalami penurunan. Pupuk NPK yang dulu Rp 900 ribu per sak (50 kg) kini menjadi Rp 700 ribu. “Sedangkan, pupuk Urea dari Rp 500 ribu turun menjadi Rp 330 ribu," tambahnya.

Sekadar informasi, dalam pemberitaan yang ada di Pekalongan, Jawa Tengah pada (13/12) lalu, Presiden RI Jokowi pun memperbolehkan penebusan pupuk subsidi dengan menunjukkan KTP. Hal ini sebagai upaya untuk memudahkan petani mendapatkan pupuk dengan harga yang terjangkau.

Atas permintaan presiden tersebut Abdul Karim  mengaku sangat mendukung penebusan pupuk subsidi cukup dengan menunjukkan KTP yang tertera pekerjaan petani. Karena hal itu sesuai dengan kebiasaan petani yang membeli dengan uang tunai.

Saat wartawan koran ini mengunjungi Toko Tani Makmur di Desa Tulungrejo milik Abdul Karim tak pernah sepi pembeli. Secara bergantian sudah ada puluhan petani yang membeli kebutuhan pupuk. Mulai dari pupuk subsidi hingga pupuk non-subsidi.(ifa/lid).

Editor : Kholid Amrullah
#Kota Batu #Petani Batu #Bumiaji #Pupuk Subsdidi