Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Empat Tahun, Kota Malang Punya 18 Titik Jalur Sepeda

M
Penulis: Mahmudan❯
STERIL MOTOR: Jalur khusus sepeda di Jalan Merdeka Utara kosong kemarin. Di lokasi tersebut terpasang rambu larangan parkir karena sebelumnya jadi area parkir. (Darmono/Radar Malang)
STERIL MOTOR: Jalur khusus sepeda di Jalan Merdeka Utara kosong kemarin. Di lokasi tersebut terpasang rambu larangan parkir karena sebelumnya jadi area parkir. (Darmono/Radar Malang)

Dalam kurun waktu empat tahun, 2019-2022, Kota Malang punya 18 titik jalur sepeda. Sayangnya tidak semua berfungsi dengan baik. Ada yang berubah menjadi area parkir, hingga dipakai motor dan mobil.


 

ARUS lalu lintas di sepanjang Jalan Semeru tampak ramai, Jumat lalu (31/3). Lajur bercat hijau yang sejatinya diperuntukkan bagi sepeda, banyak diambil alih oleh tukang becak. Banyak becak-becak yang diparkir di jalur hijau itu.

Pantauan Jawa Pos Radar Malang, penyalahgunaan jalur sepeda juga terjadi di lokasi lain. Di antaranya Jalan Pahlawan Trip. Di lokasi tersebut, jalur sepeda malah digunakan untuk parkir kendaraan pengunjung sebuah restoran. Dengan badan mobil yang besar, sehingga menutup sepenuhnya jalur yang sebenarnya diperuntukkan untuk para pesepeda itu.

Kabid Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Tri Rudi membenarkan adanya pelanggaran tersebut. Dia menerangkan, hingga kini masih banyak jalur sepeda yang tidak sesuai peruntukannya. Ini karena kurangnya kesadaran pengguna jalan, terkait adanya jalur khusus itu.

"Masih kurangnya ketertiban lalu lintas menjadi salah satu penyebabnya. Pengendara kendaraan roda dua dan roda empat masih kurang kedisiplinan. Sehingga mereka terbiasa menggunakan jalur yang diperuntukkan hanya untuk sepeda," jelas Rudi, Jumat lalu (31/3)

Pejabat eselon III B itu menerangkan, selama empat tahun belakangan ini pihaknya telah membuat 18 titik jalur sepeda. Kebanyakan berada di pusat kota. Seperti di Jalan Ijen, Jalan Merdeka, dan Jalan Bromo -Semeru.

”Pada 2019 sampai 2020 lalu, kami membuat masing-masing enam titik. Sementara 2021 sampai 2022 ada tambahan tiga titik tiap tahunnya," jelas Rudi.

Ketika ditanya anggaran pengadaan 18 jalur sepeda, Rudi mengaku tak memiliki data sehingga tidak tahu. Namun dia mencontohkan pagu anggaran pada tahun 2022 lalu. Untuk pembuatan tiga jalur sepeda, katanya, menghabiskan anggaran sekitar Rp 198 juta. Besarnya anggaran yang diperlukan membuat dishub tidak berani asal mengajukan jika tidak disertai perhitungan matang. "Untuk sementara ini belum ada rencana menambah jalur sepeda. Perlu dilakukan kajian dan disesuaikan dengan anggaran yang ada," pungkas Rudi. (adk/dan)

Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Tak Bawa Kendaraan? Ini Cara Mudah Menuju Kampus UM Naik Transportasi Umum

Tak Bawa Kendaraan? Ini Cara Mudah Menuju Kampus UM Naik Transportasi Umum

Tidak semua mahasiswa baru Universitas Negeri Malang membawa kendaraan pribadi saat mulai kuliah di Kota Malang. Namun, kondisi tersebut bukan menjadi kendala karena kampus UM dapat dijangkau dengan transportasi umum

Antrean Kendaraan Besar di SPBU Masih Terjadi di Malang Raya, Begini Pernyataan Pertamina

Antrean Kendaraan Besar di SPBU Masih Terjadi di Malang Raya, Begini Pernyataan Pertamina

Antrean kendaraan di sejumlah SPBU masih terjadi sampai kemarin (27/6). Contohnya di SPBU 54.651.19 Gadang dan SPBU 54.651.75 Karanglo, Malang. Sejumlah kendaraan, terutama yang bermuatan besar mengular hingga keluar

Malang Utara Mulai Padat Kendaraan, Hari Ini Waspadai Macet di Kota

Malang Utara Mulai Padat Kendaraan, Hari Ini Waspadai Macet di Kota

Meski kunjungan wisata pada long weekend kali ini diprediksi tak tinggi, peningkatan volume kendaraan tetap terjadi. Seperti terlihat kemarin siang (30/5) di wilayah Malang utara. Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Malang

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer