Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dua Jalan di Kota Malang Rusak Belum Bisa Diperbaiki

B
Penulis: Bayu Mulya Putra❯
ANGGARAN TERBATAS: Kondisi ruas jalan di sekitar Taman Slamet di Kecamatan Klojen sudah mengalami kerusakan sejak beberapa waktu lalu.
ANGGARAN TERBATAS: Kondisi ruas jalan di sekitar Taman Slamet di Kecamatan Klojen sudah mengalami kerusakan sejak beberapa waktu lalu.

MALANG KOTA - Keterbatasan anggaran membuat dua ruas jalan belum bisa tersentuh perbaikan. Padahal, kondisinya masuk kategori rusak parah. Yang pertama yakni Jalan Taman Slamet di Kecamatan Klojen. Selanjutnya Jalan Pasar Induk Gadang (PIG) di Kecamatan Sukun.


Advertisement

Menjelang libur panjang, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Dandung Djulharjanto memastikan kondisi jalan di Kota Malang secara umum dalam keadaan layak. ”Memang ada beberapa ruas jalan yang masih berlubang dan ada yang rusaknya parah,” ujar Dandung.

Salah satu titik yang mendapat sorotan adalah di Jalan Taman Slamet. Menurut dia, kerusakan di ruas tersebut tergolong berat. Sehingga tidak memungkinkan dilakukan sekadar tambal sulam. Dandung memperkirakan, kebutuhan dana untuk rehabilitasi ruas jalan itu mencapai miliaran rupiah.

”Di situ kalau Rp 3 miliar saja masuk, karena harus perbaikan total. Harus overlay, tidak bisa hanya dilakukan penambalan,” jelasnya. Titik lainnya di Jalan Pasar Induk Gadang. Sama seperti Taman Slamet, kerusakan di saja juga tidak bisa ditangani dengan penambalan saja.

Advertisement

Ruas jalan harus dibangun ulang dengan metode lain. Yakni dengan teknik cor. ”Kalau di Gadang anggarannya lebih besar lagi, (butuh) Rp 14,9 miliar. Tahun depan kami mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat. Dengan anggaran sebesar itu, tidak bisa jika dilakukan dengan APBD Kota Malang tahun ini,” papar Dandung.

Dia menjelaskan, rehabilitasi jalan di PIG juga akan mengubah konsep. Ruas jalan di kawasan itu akan dibangun menjadi dua jalur atau seperti jalan kembar. Selain itu, akan dibuat median yang memisahkan antara dua lajur.

Perbaikan akan dilakukan mulai dari Jembatan Pasar Gadang hingga lampu merah simpang empat Gadang. ”Pengerjaan perbaikan Jalan Pasar Gadang kemungkinan dimulai triwulan kedua tahun depan,” paparnya.

Advertisement

Di tempat lain, anggota Komisi C DPRD Kota Malang Arief Wahyudi menerangkan bahwa keterbatasan anggaran untuk rehabilitasi jalan itu terjadi karena timpangnya APBD Kota Malang.

Disebabkan tingginya belanja pegawai, membuat besaran belanja modal tidak optimal. ”Dengan anggaran terbatas, kami minta Pemkot Malang tetap memperhatikan perbaikan jalan insidental. Menjelang akhir tahun tentu mobilitas kendaraan semakin tinggi,” kata dia. (adk/by)

Advertisement
Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

358 Rumah di Kota Malang Dapat Bantuan Renovasi BSPS Rp20 Juta

358 Rumah di Kota Malang Dapat Bantuan Renovasi BSPS Rp20 Juta

DPUPRPKP Kota Malang mencatat 358 rumah dapat BSPS 2026 Tahap III, masing-masing Rp20 juta. Sebanyak 275 rumah mulai dikerjakan.

Pemkot Malang Tambah Dana Infrastruktur Rp 8,5 Miliar

Pemkot Malang Tambah Dana Infrastruktur Rp 8,5 Miliar

Anggaran untuk sektor infrastruktur Kota Malang bakal ditambah. Perkiraan tambahannya mencapai Rp 8,5 miliar. Itu sesuai dengan pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2026. 

Pemkot Malang: Jalan Tembus Griyashanta Tak Beroperasi 24 Jam   

Pemkot Malang: Jalan Tembus Griyashanta Tak Beroperasi 24 Jam  

Pemkot Malang memastikan bahwa jalan tembus di Griyashanta tidak dioperasikan selama 24 jam. Pemkot juga mempersilakan warga sekitar untuk melakukan pembatasan pada jam-jam tertentu. Seperti pada malam hingga pagi hari

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer