Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anggaran Besar, Pemkot Pilih Hati-Hati Realisasikan Program RT Berkelas

NA
Ilustrasi Program RT Berkelas (AI)
Ilustrasi Program RT Berkelas (AI)

Advertisement

MALANG KOTA - Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengakui realisasi program RT Berkelas pada tahun ini sedikit tersendat. Namun itu hanya terjadi untuk beberapa pengadaan saja. Seperti meja dan kursi. Untuk program lain seperti pemberdayaan masyarakat mulai dilaksanakan. 

”Sudah dicairkan jika memenuhi syarat. Kami harus berhati-hati karena anggarannya cukup besar,” kata dia. Dengan total alokasi mencapai Rp 206 miliar dan realisasi sementara 30 persen, artinya program yang dicairkan baru berkisar Rp 61 miliar. 

”Ketika evaluasi untuk meja dan kursi rampung, kami bisa segera realisasikan RT Berkelas. Kami masih menimbang beberapa skema agar pengadaannya tidak menyalahi aturan,” tambah Wahyu.  

Advertisement

M. Mahfud, salah satu ketua RT di Kecamatan Klojen mengaku bahwa semula warganya mengajukan pengadaan kursi, meja, dan tenda. Namun pengajuan itu ditolak. Alasannya karena pada tahun-tahun sebelumnya sudah pernah dipenuhi melalui program pokok pikiran (pokir) dewan dan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang). 

”Ya memang ada yang sudah diberikan seperti tenda dan sound system yang berjumlah masing-masing satu unit. Namun untuk kursi dan meja seingat saya belum,” ucap Mahfud. Karena ditolak, akhirnya pihaknya mengusulkan kebutuhan lain.

Kebutuhan yang diajukan berupa pengadaan CCTV. Jumlahnya empat unit. Mahfud menyebut sebenarnya kebutuhan CCTV tidak perlu sebanyak itu. ”Ya mungkin cukup satu atau dua unit. Karena kalau kebanyakan untuk selanjutnya kita juga harus mengakomodasi biaya pemasangan, kuota, hingga perawatan. Itu kan butuh iuran dari warga lagi,” tutur bapak dua anak tersebut.

Advertisement

Selain CCTV, pihaknya juga mengajukan pengadaan satu gerobak sampah. Kemudian mesin pemotong rumput sebanyak satu unit dan satu keranda dari besi untuk memandikan jenazah. Jika ditotal, seluruh pengajuan itu mencapai hampir Rp 50 juta. 

Mahfud menambahkan, sampai sekarang pihaknya masih menunggu realisasi pengajuan-pengakuan itu. Sampai kemarin (10/4), pihaknya belum mendapat informasi terbaru. ”Kabar terakhir ya sudah diajukan ke wali kota. Mungkin waktu rapat RW pada akhir April ini kami akan coba tanyakan,” tambah dia.

Luthfi J. Kurniawan, salah satu ketua RT di Kecamatan Lowokwaru mengatakan, pihaknya sudah mengajukan perbaikan jalan. Selain itu juga ada pengajuan program pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat di tingkat RT. Untuk perbaikan jalan, pihaknya masih menunggu usulan diterima pemkot. ”Tapi belum ada realisasi karena masih pengajuan ke kelurahan,” sebut dia. (adk/mel/by)

Advertisement
Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

Pemkot Malang Realisasikan Usulan Fisik RT Berkelas, Kini Pembangunan Capai 70 Persen

Pemkot Malang Realisasikan Usulan Fisik RT Berkelas, Kini Pembangunan Capai 70 Persen

Pemkot Malang mengklaim realisasi pembangunan fisik di Program RT Berkelas sudah mencapai 70 persen. Sisa persentase bakal dimaksimalkan hingga akhir tahun ini.

Empat RT di Arjowinangun Manfaatkan Program RT Berkelas untuk Bidang Nonfisik

Empat RT di Arjowinangun Manfaatkan Program RT Berkelas untuk Bidang Nonfisik

Ada juga program nonfisik seperti di empat RT di RW 6 Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang.

Program RT Berkelas Raih Penghargaan, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Pastikan Berlanjut hingga 2030

Program RT Berkelas Raih Penghargaan, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Pastikan Berlanjut hingga 2030

Program RT Berkelas Pemkot Malang mengalokasikan Rp 215 miliar untuk lebih dari 4.000 RT. Program tersebut mengantarkan Wahyu Hidayat meraih penghargaan Pelayanan Publik.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer